KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Menjelang bulan suci Ramadan, potensi wisata religi di Kota Tangerang kembali menjadi sorotan seiring meningkatnya minat masyarakat untuk berkunjung ke destinasi bernuansa spiritual.
Sejumlah masjid bersejarah dan ikon religi dinilai masih menjadi magnet utama wisata lokal, namun pengembangannya ke arah yang lebih luas dan terintegrasi dinilai perlu diperkuat agar mampu menarik kunjungan wisatawan.
Anggota Komisi II DPRD Kota Tangerang, Yeni Kusumaningrum S.E., menilai potensi wisata religi di Kota Tangerang menjelang bulan suci Ramadan masih didominasi oleh kunjungan warga lokal dan belum sepenuhnya mampu menarik wisatawan dari luar daerah. Kondisi ini dinilai perlu menjadi perhatian dalam pengembangan sektor pariwisata daerah ke depan.
Menurut Yeni, hingga saat ini Masjid Raya Al-A’zhom masih menjadi objek wisata religi utama di Kota Tangerang. Kemegahan bangunan, kenyamanan fasilitas, serta lokasi yang mudah dijangkau menjadikan masjid tersebut sebagai destinasi favorit masyarakat, khususnya menjelang Ramadan.
“Masjid Raya Al-A’zhom masih menjadi objek wisata religi nomor satu di Kota Tangerang. Selain masjidnya yang luas dan nyaman, lokasinya strategis dan mudah diakses,” ujar Yeni, Rabu, 11 Februari 2026.
Ia menambahkan, keberadaan ruang bermain terbuka untuk anak-anak di kawasan Masjid Raya Al-A’zhom menjadi nilai tambah tersendiri. Di tengah keterbatasan ruang terbuka hijau dan area bermain anak di perkotaan, fasilitas tersebut menjadikan masjid sebagai alternatif destinasi wisata religi keluarga.
Suasana masjid Al Azhom yang telah di pasang payung besar ala masjid Nabawi, Kota Tangerang, Jumat 19 Januari 2024. Payung besar ala masjid Nabawi ini semakin menambah kenyamanan jemaah. Foto : Fajrin
“Banyak keluarga yang datang bersama anak-anak. Ruang bermain ini membuat masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga ruang interaksi keluarga yang aman dan nyaman,” kata Yeni dari PKS.
Selain Masjid Raya Al-A’zhom, Yeni juga menyebut sejumlah masjid lain yang memiliki nilai sejarah panjang dan berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata religi, seperti Masjid Agung Al-Ittihad, Masjid Jami Kalipasir, serta Masjid Agung Nurul Yaqin. Menurutnya, kekayaan sejarah tersebut belum sepenuhnya dioptimalkan sebagai daya tarik wisata.
Terkait arah pengembangan pariwisata Kota Tangerang, Yeni menekankan pentingnya menghadirkan ikon wisata yang unik, kreatif, dan nyaman agar mampu menarik kunjungan tidak hanya dari warga lokal, tetapi juga wisatawan luar daerah.
“Ke depan, Kota Tangerang perlu memiliki ikon wisata yang benar-benar khas, sehingga bisa menjadi daya tarik utama dan berpotensi meningkatkan pendapatan asli daerah melalui retribusi,” ujar perempuan yang berhasil ke legislatif dari Dapil 5.
Selain penguatan ikon wisata, Yeni juga mendorong pemerintah daerah untuk mulai menjajaki penyelenggaraan event berskala besar dengan menggandeng pihak swasta dan perusahaan-perusahaan. Kolaborasi tersebut dinilai dapat memperkuat citra Kota Tangerang sebagai destinasi wisata sekaligus menggerakkan roda ekonomi lokal.
“Event besar dengan konsep yang matang dan kolaborasi bersama sektor swasta perlu dipikirkan, agar pariwisata Kota Tangerang bisa tumbuh lebih signifikan,” pungkasnya.










