Wujudkan Smart Living Pemkot Tangerang Tingkatkan Layanan Kesehatan

Dokter sedang menyuntikan vitamin kepada balita di Posyandu Delima, Cipondoh Makmur, Kota Tangerang, Banten, Rabu (24/04/2024). Kementerian kesehatan menyelenggarakan program penari atau sepekan mengejar imunisasi yang diselenggarakan mulai dari 24 - 28 April 2024 di seluruh wilayah Indonesia, dalam rangka pekan imunisasi dunia. Foto : Ilham Herda Fauzi/LENSABANTEN

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus berupaya memberikan layanan kesehatan yang baik dan tepat untuk warganya. Upaya ini sejalan dengan komitmen Pemkot untuk mewujudkan kota pintar dalam bidang smart living dan meningkatkan mutu kesehatan masyarakat.

Penjabat (Pj) Wali Kota Tangerang, Dr. Nurdin, dalam sebuah temu wartawan baru-baru ini, menyatakan kesiapannya untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lebih baik. Salah satu langkah konkret adalah dengan mengoperasikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Benda dalam waktu dekat. Selain itu, Puskesmas Panunggangan Barat juga akan melayani rawat inap sehingga bisa memberikan pelayanan yang lebih maksimal kepada masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Kami berharap hadirnya fasilitas kesehatan ini dapat mengurangi angka rujukan yang saat ini cukup tinggi di RSUD Kota Tangerang,” ungkap Dr. Nurdin.

Kepala Dinas Perumahan, Pemukiman, dan Pertanahan Kota Tangerang, Decky Priambodo Koesrindartono, menambahkan bahwa pembangunan tahap pertama RSUD Benda dan Puskesmas Panunggangan Barat telah selesai. “Pada tahun 2024 ini kami akan menuntaskan pembangunannya, dan di tahun 2025 ditargetkan fasilitas ini sudah dapat dioperasikan sepenuhnya,” ujarnya.

Sebagai informasi tambahan, Pemkot Tangerang juga memiliki program layanan kesehatan kunjungan ke rumah yang dikenal dengan program Cageur Jasa. Program ini telah berhasil menjangkau 62.774 jiwa selama tahun 2023, memberikan layanan kesehatan langsung ke rumah-rumah warga.

Tidak hanya fokus pada sektor kesehatan, Pemkot Tangerang juga meningkatkan keamanan pangan bagi warganya. Pojok uji keamanan pangan segar telah dihadirkan di 17 pasar tradisional dan 4 supermarket. Inisiatif ini bertujuan untuk memastikan bahwa pangan yang dijual aman dan layak dikonsumsi oleh masyarakat.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.