TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Raya Bandara Soekarno-Hatta, tepat di depan Hotel Ibis Styles, pada Kamis, 16 Oktober 2025 siang. Sebuah mobil Wuling menabrak mobil sedan BMW yang melaju di depannya.
Berdasarkan informasi di lokasi, kecelakaan diduga terjadi karena pengemudi mobil Wuling mengantuk dan kehilangan konsentrasi. Akibatnya, mobil tersebut melaju tanpa mengerem hingga menabrak kendaraan di depannya dengan kecepatan tinggi.
Benturan keras membuat bagian depan mobil Wuling ringsek cukup parah. Sementara mobil BMW mengalami kerusakan berat di bagian belakang hingga pintu tengah.
Pemilik mobil BMW, Mariska, menjelaskan bahwa saat kejadian dirinya sedang melaju pelan di jalur kiri karena hendak menuju ke Bandara Soekarno-Hatta. Ia sudah menyalakan lampu tanda bahaya sebelum mobilnya ditabrak dari belakang.
“Jadi, tadi mobil saya ada di kiri pelan-pelan karena mau arah ke bandara. Terus tiba-tiba udah ngasih indikator, double indikator, terus habis itu ada mobil dari belakang kenceng banget nabrak mobil saya,” ujar Mariska di lokasi kejadian.
Ia mengatakan, mobil BMW miliknya rusak parah di bagian belakang. Bahkan pintu dan bodi bagian belakang hancur akibat kerasnya benturan.
“Mobil saya yang bagian belakangnya udah hancur parah, pintu belakang juga hancur. Saya gak tahu bapaknya ngantuk atau gimana, tapi di jalur kiri harusnya gak boleh kenceng,” katanya.
Menurut Mariska, saat itu dirinya hanya melaju sekitar 30–40 km/jam. Sementara mobil Wuling yang menabrak diperkirakan melaju lebih dari 70 km/jam sebelum akhirnya kehilangan kendali.
“Saya mungkin cuma 30-40 km/jam karena mau ambil kiri, tapi bapaknya kenceng banget di atas 70 terus langsung nabrak. Setelah itu mobilnya sampai kebanting ke kanan,” jelasnya.
Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 10.50 WIB. Akibat benturan keras, mobil BMW seri 3 miliknya mengalami kerusakan parah pada bodi, ban, dan pelek bagian belakang.
“Jam 10 lewat 50-an, hampir jam 11 sih. Mobil saya rusaknya parah banget, sampai pintu tengah dan bandnya pecah, pelek juga rusak,” ujar Mariska.
Mariska mengaku sudah meminta bantuan derek untuk mengevakuasi kendaraannya ke bengkel. Ia berharap penabrak dapat bertanggung jawab atas kerugian yang ditimbulkan.
“Saya udah minta tolong pak polisi untuk pesan towing biar cepat karena udah macet. Nanti saya minta bapaknya yang nabrak ikut mendampingi saya dan tanggung jawab di bengkel,” ucapnya.
Mariska mengaku sangat syok atas kejadian tersebut. Ia merasa beruntung karena tidak mengalami luka dan berada seorang diri di dalam mobil saat kejadian.
“Yang pasti saya shock, sampai gemeteran dan sedih banget karena ditabrak dari belakang secara kenceng. Kalau gak kenceng, gak bakal separah ini, dan waktu itu saya sendirian di mobil,” katanya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini. Namun, peristiwa tersebut sempat menyebabkan kemacetan panjang hingga delapan kilometer di ruas Jalan Raya Bandara Soekarno-Hatta.
Petugas dari Polsek Benda Kota Tangerang bersama unit lalu lintas segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Kedua kendaraan yang terlibat langsung dievakuasi untuk mengurai kemacetan dan menormalkan kembali arus lalu lintas.










