Mempercepat Inklusi Keuangan, Pemkot Tangerang Dorong Setiap Pelajar Punya Rekening Bank

Harmonisasi RDTR dan OSS Permudah Investasi di Kota Tangerang
Asisten Daerah Perekonomian dan Pembangunan Kota Tangerang, Ruta Ireng Wicaksono

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN. CO. ID —Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mengambil langkah serius dalam percepatan akses dan literasi keuangan masyarakat, menindaklanjuti arahan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). Salah satu terobosan utamanya adalah mendorong setiap pelajar di Kota Tangerang untuk memiliki rekening bank demi menanamkan kemampuan pengelolaan keuangan sejak dini.

Asisten Daerah (Asda) II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Tangerang, Ruta Ireng Wicaksono, mengungkapkan bahwa Rakornas tersebut memberikan arahan langsung dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, agar pemerintah daerah mempercepat aksesibilitas dan cakupan literasi keuangan.

Bacaan Lainnya

​”Memang kemarin kita diundang seluruh Gubernur, Wali Kota, Bupati se-Indonesia di Jakarta dan di sana mendapat arahan dari Menko Perekonomian Pak Airangga Hartanto. Artinya, kita diminta untuk percepatan aksesibilitas dalam rangka cakupan literasi keuangan di seluruh masyarakat,” ujar Ruta.

​Ruta menyebutkan bahwa Kota Tangerang didorong untuk terus menggalakkan sosialisasi literasi keuangan, khususnya di lingkungan sekolah dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Program ‘Satu Murid Satu Rekening’
​Sebagai realisasi dari upaya percepatan ini, Pemkot Tangerang akan menggencarkan kembali program yang menargetkan agar paling tidak satu murid mempunyai rekening bank.

​”Kita terus sosialisasikan ke kepala sekolah-kepala sekolah, supaya paling tidak satu murid itu mempunyai rekening bank. Jadi dia pertama melek literasi, bagaimana mengelola keuangan personal yang masing-masing,” jelasnya.

BACA JUGA : Buruh Tangerang Desak Kenaikan UMK 2026 Sebesar 11,28 Persen, Begini Respon Pemerintah

Program ini diharapkan dapat mengajarkan pelajar tentang pengelolaan keuangan pribadi sejak usia dini.

Dorong UMKM Bankable dan Adopsi QRIS
​Selain pelajar, fokus percepatan akses keuangan juga ditujukan kepada pelaku UMKM. Pemkot, melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM), akan mengundang para pelaku UMKM agar mereka menjadi ‘bankable’ atau layak perbankan.

​”Sehingga dia omsetnya bisa masuk ke rekening, dan apabila dia keperluan-keperluan terkait dengan permodalan, dia bisa bankable. Artinya, pihak bank bisa memverifikasi dengan lebih cepat,” kata Ruta. Salah satu indikator keberhasilan yang diharapkan adalah masifnya penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) untuk transaksi, yang secara otomatis menunjukkan bahwa UMKM tersebut telah memiliki rekening bank.

TNG-Go Sebagai Alternatif Transaksi Pelayanan Publik
​Terkait dukungan digital, Ruta menyebutkan bahwa aplikasi TNG-Go yang diinisiasi oleh PT-TNG juga menjadi salah satu media transaksi alternatif yang disediakan, khususnya untuk mempermudah pelayanan-pelayanan pemerintah.

​”TNG Go ini misalnya untuk pembayaran PDAM. Jadi nanti siapapun yang bayar bisa langsung masuk ke rekeningnya PDAM dengan mudah, bisa dengan QRIS-nya juga dan seterusnya,” tutupnya, menegaskan bahwa aplikasi ini menjadi bagian dari upaya menciptakan kemudahan bertransaksi di Kota Tangerang.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.