TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Anggota Komisi II DPRD Kota Tangerang, Yeni Kusumaningrum S.E, menilai perhatian Pemerintah Kota Tangerang terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus menunjukkan arah yang positif. Berbagai program yang digulirkan dinilai mampu mendorong UMKM naik kelas, meski penguatan pemasaran digital masih menjadi pekerjaan rumah bersama.
Menurut Yeni, salah satu bentuk konkret perhatian tersebut adalah kehadiran program TUNAS (Tangerang Pelaku Usaha Naik Kelas) yang dirancang untuk meningkatkan daya guna dan daya saing UMKM, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga nasional.
“Pemerintah Kota Tangerang terus berupaya memberikan perhatian kepada pelaku UMKM. Program TUNAS menjadi salah satu instrumen agar UMKM lebih berdaya dan mampu bersaing,” ujar Yeni, Rabu, 11 Februari 2026.
Ia menjelaskan, program-program yang dijalankan pemerintah daerah sejauh ini telah melalui proses kajian kebutuhan pelaku usaha. Bentuk dukungan yang diberikan pun cukup beragam, mulai dari pendampingan usaha, layanan pengurusan legalitas secara gratis, hingga bantuan permodalan.
“Program-program tersebut dirasa sangat membantu pelaku usaha, terutama dalam memperkuat fondasi usaha mereka agar lebih tertata dan berkelanjutan,” katanya.
Namun demikian, Yeni menyoroti aspek pemasaran, khususnya pemasaran digital, yang dinilainya belum berjalan optimal. Di tengah perkembangan teknologi, pemasaran secara digital sudah menjadi kebutuhan mendasar bagi pelaku usaha agar jangkauan pasar semakin luas.
“Pemasaran digital saat ini sangat diperlukan. Tapi faktanya, masih banyak masyarakat Kota Tangerang yang belum terinformasi secara menyeluruh tentang produk-produk unggulan UMKM yang sebenarnya sudah bisa dipasarkan secara online,” ungkapnya.
Meski mendorong optimalisasi pemasaran digital, Yeni menegaskan bahwa pemasaran secara offline tetap tidak boleh ditinggalkan. Ia menilai perlu adanya gerai terpadu yang menampilkan seluruh produk unggulan UMKM se-Kota Tangerang, sehingga masyarakat memiliki akses langsung terhadap produk lokal.
“Digital dan offline harus berjalan beriringan. Ke depan, perlu ada gerai terpadu sebagai etalase produk unggulan UMKM Kota Tangerang,” pungkasnya.










