LENSABANTEN.CO.ID — Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dalam pidato utamanya di Common Action Forum (CAF) 2024, di Kuala Lumpur, Senin 2 Desember 2024 menarik perhatian publik dunia.
Berikut redaksi Lensabanten rangkum beberapa peranyaan yang harus kalian ketahui dan simak :
Kritik Hak Veto di PBB
Anwar menegaskan bahwa hak veto anggota tetap Dewan Keamanan PBB, seperti AS dan Rusia, sering kali melumpuhkan pengambilan keputusan global. Ia menyerukan reformasi untuk menghapuskan hak veto guna menciptakan representasi yang lebih adil.
Seruan untuk Mengakhiri Ketidakadilan Global
Melalui kepresidenan ASEAN 2024 dan keterlibatan di BRICS, Malaysia berkomitmen mengubah tatanan dunia yang memarginalkan negara-negara Selatan. Anwar mendesak dunia memilih sistem baru yang berbasis kemitraan sejati untuk kesejahteraan bersama.
Tindakan Israel di Gaza Sebagai Kejahatan Perang
Anwar mengecam keras tindakan Israel terhadap warga Palestina, yang ia sebut sebagai kejahatan perang, genosida, dan pembersihan etnis. Ia menilai perlakuan ini sebagai penghinaan terhadap hukum internasional dan hak asasi manusia.
Inspirasi dari Perjuangan Melawan Apartheid
Anwar membandingkan keberhasilan dunia dalam mengakhiri apartheid di Afrika Selatan dengan ketidakmampuan menghadapi rezim Zionis di Palestina. Ia menyerukan kesatuan moral global untuk melawan pendudukan Israel.
Prioritas Reformasi Sistem Global
Dalam pidatonya di Common Action Forum 2024, Anwar mengidentifikasi lima prioritas: reformasi sistem keuangan dan perdagangan global, menciptakan kemitraan sejati, keadilan lingkungan, akses air bersih, serta reformasi Dewan Keamanan PBB.








