Alami Keguguran, Siska Bisa Lewati Bersama JKN

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN. CO. ID– Tri semester pertama kehamilan adalah masa yang paling rawan, oleh karena itu pemeriksaan kehamilan harus dilakukan secara rutin.

Fransiska Anik Indaryani (43), seorang Ibu Rumah Tangga Asal Kota Tangerang, menceritakan kisahnya yang sempat mengalami kendala saat mengandung. Bulan Juli lalu, tetap saat kandungannya menginjak usia 16 minggu, Siska dinyatakan mengalami keguguran.

Bacaan Lainnya

Siska menyadari usianya tidak lagi muda, terlalu beresiko untuk mengandung seorang anak.
Kejadian ini bermula ketika Siska merasakan ada yang aneh pada kehamilannya.

Dirinya segera melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan tempatnya terdaftar. Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, diketahui bahwa jantung janin yang dikandung Siska tidak berdetak.

Ia harus di rujuk ke rumah sakit dan menjalani proses kuret. Ibu anak tiga ini pun dirawat inap selama beberapa hari di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Gebang Medika.

“Sedih sekali saat tahu bahwa janin yang saya kandung sudah tidak dapat dipertahankan. Saat itu dokter menyarankan untuk segera diangkat janinnya, karena bisa membahayakan saya. Kami berharap bisa memiliki anak lagi, tetapi kesehatan saya harus diprioritaskan. Kami sangat terpukul harus kehilangan calon buah hati kami. Beruntung, saya bisa pakai kartu JKN untuk proses perawatan. Masalah biaya tidak menambah beban pikiran saya dan suami,” kenangnya.

Walaupun harus kehilangan calon anak keempatnya, Siska merasa lega karena serangkaian pemeriksaan dan tindakan operasi yang ia jalani dijamin oleh Program JKN.

Keluarga Siska tidak perlu mengeluarkan biaya. Dari awal dirinya sudah diskusi dengan keluarga kalau mau berobat pakai kartu JKN saja. Terbukti siska bisa diperiksa, operasi dan cek setelah operasi dijamin Program JKN.

Dirinya menambahkan selama dirawat tak pernah sekali pun ia diminta iur biaya.
Selama berada di ruang perawatan, Siska merasa mendapat perawatan sebagai mana mestinya pasien.

Tidak ada perbedaan dari pihak rumah sakit karena ia merupakan peserta JKN. Semua hak pasien diberikan sepenuhnya sesuai kelasnya. Pasca rawat inap di rumah sakit, Siska melakukan rawat jalan dan melakukan kontrol kesehatan setelah dua minggu kemudian.

Selama kontrol kesehatan, Siska juga menggunakan layanan JKN dan mendaftar online di rumah sakit melalui Aplikasi Mobile JKN.

“Walaupun sedih tapi ada kelegaan dihati kami. Bersyukur, kami tidak mengeluarkan biaya. Pelayanannya juga sangat memuaskan. Mulai saat pemeriksaan di Puskesmas, hingga saat menjalani kontrol, saya dilayani dengan baik. Pelayanannya juga mudah semuanya. Semoga BPJS Kesehatan dapat semakin memudahkan pesertanya untuk mengakses pelayanan kesehatan. Walaupun sekarang pelayanannya juga sudah bagus, namun semoga ke depan tetap dipertahankan dan kalau bisa ditingkatkan lagi,” kata Siska pada KamisKamis, 24 Oktober 2024.

Tak seperti dugaan awalnya, pelayanan kesehatan yang ia terima mengubah pandangannya tentang program yang dikelola oleh Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan ini. Dari pengalamannya ini pun akhirnya Siska menyadari pentingnya memiliki jaminan kesehatan.

Dirinya berharap semoga lebih banyak lagi orang yang bisa tertolong dengan program mulia ini. Program JKN sangat membantu dan menjadi payung pelindung untuk masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

“Saya berharap program ini tetap ada. Walaupun operasi saya sudah beberapa bulan yang lalu, namun masih berkesan karena kami mendapat pelayanan yang baik dan tidak harus keluar biaya. Di sini saya sadar, betapa pentingnya menjadi peserta JKN. Tidak seperti bayangan saya sebelumnya bahwa pelayanan peserta JKN ada perbedaan dengan layanan umum. Ternyata itu tidak benar, layanan JKN sangat mudah, nyaman, dan tidak ada perbedaan dengan layanan umum,” tutup Siska.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.