TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Terminal Poris Pelawad masih dipadati penumpang pada Rabu, 25 Maret 2026. Meski puncak arus balik diperkirakan telah berlalu, aktivitas keberangkatan tetap terlihat ramai.
Pergerakan pemudik tahun ini tidak lagi menumpuk di satu waktu. Arus mudik dan balik justru tersebar karena masyarakat memilih waktu perjalanan yang lebih fleksibel.
Kepala Terminal Poris Pelawad, Alwien Athena, mengatakan lonjakan penumpang tahun ini berlangsung lebih panjang. Ia menyebut perubahan pola ini dipengaruhi libur panjang dan kebijakan kerja fleksibel.
“Kami melihat potensi lonjakan lebih tinggi tahun ini karena libur panjang dan kebijakan Work From Anywhere (WFA). Hal ini memperpanjang periode mudik masyarakat,” ujar Alwien.
Lonjakan penumpang, lanjutnya, bahkan sudah terjadi lebih awal pada pertengahan Maret. Peningkatan signifikan tercatat pada tanggal 14 dan 18 Maret 2026.
Jumlah penumpang saat itu jauh di atas hari normal. Biasanya, terminal hanya melayani ratusan orang dalam satu hari.
Alwien juga menjelaskan arus balik tidak terlalu terkonsentrasi di terminal. Banyak penumpang memilih turun di titik yang lebih dekat dengan tempat tinggal mereka.

“Arus balik biasanya tidak terkonsentrasi di terminal, karena penumpang turun di lokasi yang lebih dekat dengan rumah,” katanya.
Meski begitu, suasana di area keberangkatan masih cukup sibuk. Bus AKAP tujuan Jawa Timur hingga Bali terus beroperasi dan melayani penumpang.
Barang bawaan seperti tas besar dan kardus terlihat menumpuk di sekitar bus. Petugas pun sigap membantu memasukkan barang ke bagasi.
Sejumlah pemudik mengaku sengaja berangkat setelah Lebaran. Mereka ingin menghindari kepadatan dan mendapatkan perjalanan yang lebih nyaman.
Dina, penumpang tujuan Jember, mengatakan dirinya baru bisa mudik setelah menyelesaikan pekerjaan. Ia merasakan suasana perjalanan yang lebih santai.
“Lebih santai mudiknya, tidak seramai sebelum Lebaran. Perjalanan juga lebih nyaman,” ujarnya.
Ia juga mengaku lebih mudah mendapatkan tiket dibandingkan sebelum Lebaran. Kondisi ini membuatnya lebih leluasa dalam merencanakan perjalanan.
“Tiketnya aja sampai ada yang enggak kebagian waktu sebelum Lebaran. Kalau sekarang, kita bisa lebih leluasa menikmati perjalanan,” katanya.
Hal serupa disampaikan Andi, penumpang tujuan Bondowoso. Ia memilih berangkat setelah Lebaran agar tidak terjebak keramaian.
“Enakan berangkat sekarang, tidak terlalu ramai. Jadi di perjalanan lebih santai,” ujarnya.
Secara keseluruhan, arus keluar-masuk bus di terminal terpantau lancar. Tidak terlihat antrean panjang seperti saat menjelang Lebaran.
Polres Metro Tangerang Kota memprediksi arus balik terjadi secara bertahap pada 24 hingga 25 Maret 2026. Petugas disiagakan di jalur tol dan arteri untuk mengantisipasi kepadatan.
Dengan pola perjalanan yang lebih fleksibel, kepadatan pemudik tahun ini menjadi lebih terurai. Hal ini membuat suasana perjalanan terasa lebih nyaman dan terkendali bagi masyarakat.









