TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Hujan deras yang mengguyur Kota Tangerang pada Senin malam, 22 September 2025, mengakibatkan atap satu ruang kelas XII di SMAN 14 Kota Tangerang rubuh.
Beruntung, dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa. Kejadian terjadi pada malam hari saat aktivitas belajar mengajar telah selesai. SMAN 14 Kota Tangerang Rubuh
Meski salah satu ruang kelas mengalami kerusakan parah, pihak sekolah memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berjalan dengan penyesuaian ruangan. Siswa kelas XII yang ruangannya rubuh untuk sementara waktu dialihkan ke pendopo sekolah agar tetap bisa mengikuti pelajaran. SMAN 14 Kota Tangerang Rubuh
Sebelum kejadian, tidak ada tanda-tanda kerusakan pada bangunan kelas tersebut. Namun, akibat intensitas hujan yang sangat deras, insiden ini dikategorikan sebagai bencana alam.
Seorang guru piket yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan dan membenarkan bahwa runtuhnya kelas terjadi tiba-tiba usai hujan deras mengguyur kawasan tersebut.
“Syukurlah kejadiannya malam hari, jadi tidak ada murid maupun guru yang berada di dalam kelas. Kami sudah melaporkan hal ini kepada pihak sekolah dan dinas terkait,” ujarnya, kepada Lensa Banten saat ditemui di SMAN 14 Kota Tangerang, pada Selasa, 23 September 2025 siang.
Guru tersebut juga menambahkan, pihak sekolah langsung mengambil langkah cepat agar kegiatan belajar tetap berjalan.
“Untuk sementara siswa kelas XII kami pindahkan ke pendopo. Meski keadaannya darurat, yang terpenting anak-anak tetap bisa belajar dengan aman,” tambahnya.
Setelah kejadian, area kelas yang rubuh langsung diamankan untuk proses perbaikan lebih lanjut. Pihak sekolah juga mengimbau agar siswa tidak melewati area tersebut demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan serta menjaga keselamatan guru maupun murid.
Pihak sekolah kini tengah berkoordinasi dengan dinas terkait serta instansi teknis untuk segera melakukan penanganan lebih lanjut agar aktivitas pendidikan tidak terganggu dalam jangka panjang.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kondisi bangunan sekolah, terutama di tengah cuaca ekstrem yang kerap melanda wilayah Kota Tangerang.









