BBM Naik per 1 Juli, Masyarakat Kota Tangerang Minta Pemerintah Kendalikan Inflasi

PT Pertamina (Persero) saat ini tengah mengkaji untuk meningkatkan kadar oktan BBM Subsidi RON 90 menjadi RON 92.
PT Pertamina (Persero) saat ini tengah mengkaji untuk meningkatkan kadar oktan BBM Subsidi RON 90 menjadi RON 92.

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Memasuki awal bulan Juli 2025, PT Pertamina (Persero) resmi melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Pulau Jawa dan Bali. Kenaikan ini mulai berlaku Selasa, 1 Juli 2025, dan mencakup berbagai jenis BBM non-subsidi.

Adapun jenis bahan bakar yang mengalami penyesuaian harga meliputi Pertamax (RON 92), Pertamax Turbo (RON 98), Pertamax Green 95, Dexlite (CN 51), dan Pertamina Dex (CN 53). Kenaikan harga bervariasi antara Rp 400 hingga Rp 580 per liter, tergantung jenis BBM yang digunakan.

Bacaan Lainnya

Di wilayah Jabodetabek, misalnya, harga Pertamax naik dari Rp 12.100 menjadi Rp 12.500 per liter. Sementara Pertamax Turbo naik Rp 450 menjadi Rp 13.500 per liter. Dexlite mengalami lonjakan tertinggi, dari Rp 12.740 menjadi Rp 13.320 per liter. Sedangkan Pertamina Dex naik Rp 450 menjadi Rp 13.650 per liter.

Penyesuaian Mengacu Regulasi Pemerintah

Penyesuaian harga ini dilakukan dalam rangka mengikuti ketentuan yang tertuang dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022, yang merupakan revisi dari Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020 terkait formula dasar harga jual eceran BBM.

“Penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) Umum dalam rangka mengimplementasikan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai perubahan atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum,” tulis Pertamina dalam keterangannya di situs resmi pada Senin, 30 Juni 2025.

Sementara itu, untuk harga BBM bersubsidi seperti Pertalite (RON 90) dan Bio Solar, tidak ada perubahan. Pertalite masih dibanderol Rp 10.000 per liter, sedangkan Bio Solar tetap di angka Rp 6.800 per liter.

Tanggapan Warga Kota Tangerang

Kenaikan ini menuai beragam respons dari masyarakat. Salah satunya disampaikan Riko (34), warga Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, yang merasa biasa saja karena ia menggunakan kendaraan pribadi setiap hari untuk bekerja.

“Ya naiknya ga terlalu tinggi sih mas. Mau nggak mau harus tetap isi, karena kerja saya mengandalkan motor setiap hari. Bebannya agak berat sedikit,” ujar Riko saat ditemui Lensa Banten di SPBU Cipondoh, pada Selasa, 1 Juli 2025.

Senada dengan Riko, Nuraini (41), ibu rumah tangga asal Karawaci, juga mengaku khawatir kenaikan harga BBM non-subsidi akan berdampak pada naiknya harga kebutuhan pokok.

“Selagi ga terlalu tinggi naiknya ga masalah mas, yah kita pekerja yang setiap hari andelin kendaraan jadi biasa saja,” ungkapnya.

Di sisi lain, keluhan datang dari sopir ojek online, Dedi (29), warga Kecamatan Batuceper. Ia menyebut kenaikan harga ini cukup mempengaruhi pendapatannya.

“Kalau naiknya terus begini, kami yang narik online makin tipis untungnya. Kadang dapet orderan jauh, tapi biaya bensinnya juga makin mahal,” keluh Dedi.

Sementara itu, Bapak Yusuf (52), warga Kecamatan Periuk yang sehari-hari mengandalkan mobil pribadi untuk aktivitas keluarga, berharap ada evaluasi dari pemerintah.

“Kami nggak masalah harga naik, tapi tolong pemerintah juga pastikan inflasi bisa ditekan. Soalnya BBM ini kan memicu naiknya harga yang lain juga,” ujarnya.

Dengan penyesuaian ini, masyarakat diimbau untuk mengecek harga terbaru sesuai wilayah masing-masing melalui aplikasi MyPertamina atau situs resmi Pertamina guna mendapatkan informasi yang akurat dan terkini.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.