KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Hadirnya penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dirasa sangat banyak membantu seluruh masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Apalagi dengan prinsip gotong royong yang diterapkan, banyak peserta JKN yang merasa terbantu dengan hadirnya program ini.
Artinya, iuran JKN yang dibayarkan oleh peserta JKN yang sehat akan membantu peserta JKN yang sedang sakit dan membutuhkan biaya pelayanan kesehatan. Hal ini dimengerti oleh Ika Septriani (24).
Lala yang saat ini bekerja di salah satu fasilitas kesehatan di Kota Tangerang, telah terdaftar sebagai peserta JKN darinya bekerja. Artinya, seluruh anggota keluarga Ika merupakan peserta JKN segmen Pekerja Penerima Upah (PPU).
Ika dan keluarga memahami betul bahwa jaminan kesehatan baik di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) merupakan kebutuhan yang tidak dapat dihindari jika terserang penyakit. Oleh karena itu, Ika dan keluarga merasa tenang telah terdaftar pada Program JKN.
“Hujan datang tak diundang, air mata pun mengalir tak terbendung. Peribahasa inilah yang selalu saya ingat. Kita tidak pernah tahu kapan akan sakit, jadi hal paling penting adalah mempersiapkan sebaik mungkin jika hal buruk itu terjadi. Menurut saya dan suami, salah satu langkahnya adalah dengan memiliki jaminan kesehatan seperti kartu JKN ini. Alhamdulillah, tergabung menjadi peserta JKN merupakan salah satu hal yang paling saya dan keluarga syukuri. Banyak sekali manfaat yang sudah kami rasakan langsung sejak menjadi peserta JKN, termasuk sekarang ini saya sedang dirawat inap,” tutur Ika, Jumat, 5 Juli 2024.
Ika mengatakan beberapa waktu lalu dirinya harus dibawa ke UGD Rumah Sakit Hermina Ciputat. Pasalnya, sudah beberapa hari ia demam tinggi dan sangat lemah. Hasil pemeriksaan darah dinyatakan trombositnya sangat rendah.
Dokter mendiagnosa Ika menderita Demam Berdarah dan harus dirawat inap. Saat di UGD, keluarganya hanya menunjukkan kartu JKN miliknya dan langsung ditangani.
Ika bercerita saat mengurus administrasi, terasa sangat mudah. Ia dan keluarga sudah lama menjadi peserta JKN, sehingga sudah paham betul alur pelayanannya.
Pada kesempatan tersebut, Ika mengapresiasi inovasi yang dihadirkan oleh BPJS Kesehatan. Salah satunya adalah sistem administrasi yang terintegrasi yaitu pengurusan administrasi kesehatan cukup menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Kartu JKN.
Menurutnya, hal ini juga merupakan langkah efisien dalam pengurusan administrasi di fasilitas kesehatan, terlebih bagi orang-orang yang butuh mendapatkan pelayanan kesehatan dengan cepat.
“Satu lagi yang saya apresiasi, tadi waktu suami saya mengurus administrasi dia cuman nunjukin kartu digital saya yang ada di Aplikasi Mobile JKN aja. Tadi kata suami saya yang ngurusin juga keren banget sistemnya, jadi gak ribet. Saya tau sih BPJS Kesehatan memang dari tahun ke tahun selalu ada inovasi terbaru, tapi untuk inovasi administrasi yang terintegrasi seperti ini saya acungi jempol. Sangat mempermudah. ” Ucap Ika.
Saat ditemui, Ika sedang dipersiapkan untuk pulang. Berobat menggunakan JKN membuat Ika dan keluarga merasa lega dan bahagia.
Ia bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang komprehensif tanpa memikirkan biaya untuk membayar rumah sakit.
Mengingat manfaatnya yang besar, Ika berharap Program JKN ini akan terus ada dan berkesinambungan. Ia juga berharap BPJS Kesehatan memberikan makin banyak kemudahan kepada peserta JKN.
“Karena sudah tahu pentingnya BPJS Kesehatan, saya berharap masyarakat juga dapat memanfaatkan program ini dengan sebaik mungkin. Selagi pemerintah menyediakan masyarakat juga harus bisa memanfaatkannya dengan baik.”
“Saya juga berharap semakin banyak terobosan baru dari BPJS Kesehatan. Supaya makin mempermudah masyarakat jika ingin berobat seperti saya ini. Program ini sangat dibutuhkan dan semua orang sudah harus punya, baik yang sehat maupun yang sakit. Saya sudah membuktikannya sendiri, saya mendapatkan pelayanan yang bagus,” ucapnya menutup ceritanya.









