JAKARTA, LENSABANTEN.CO.ID – Mawar de Jongh menghadirkan cerita yang cukup dekat dengan kehidupan sehari-hari melalui single terbarunya, “KAN”. Lagu ini tidak hanya berbicara tentang patah hati, tetapi juga mengangkat persoalan intuisi dan nasihat yang kerap diabaikan ketika seseorang sedang jatuh cinta.
Dirilis pada 21 Agustus 2026, “KAN” menjadi karya yang memperlihatkan sisi berbeda dari musikalitas Mawar. Aransemen dan mood yang dihadirkan dibuat berbeda dari sejumlah single sebelumnya.
Bagi Mawar, perbedaan tersebut justru menjadi hal menarik dalam perjalanan musiknya.
“Single ini cukup berbeda secara konsep, aransemen, dan mood. Jadi ‘KAN’ menjadi sesuatu yang fresh juga dari aku di tahun ini,” kata Mawar.
Lagu tersebut menceritakan seseorang yang sebenarnya telah menerima banyak tanda mengenai hubungan yang sedang dijalani. Seorang teman bahkan sudah berkali-kali memberikan peringatan, tetapi cinta membuat orang tersebut tetap bertahan hingga akhirnya mengalami sendiri akibatnya.
Cerita itu kemudian memiliki hubungan kuat dengan judul “KAN”. Tiga huruf tersebut merepresentasikan ungkapan seperti “sudah kubilang” yang sering muncul ketika seseorang akhirnya menyadari bahwa peringatan sebelumnya memang benar.
Iqbal Siregar bersama Denis Ligia, Faishal Muhammad Fasya, dan Mohammed Kamga menjadi pencipta lagu tersebut. Iqbal menjelaskan bahwa ide awalnya adalah membuat lagu duet yang menggambarkan percakapan antara dua sahabat.
Namun, perubahan konsep menjadi lagu solo membuat pesan “KAN” terasa lebih introspektif.
“Lebih pasnya diartikan kita ngomong ke diri kita sendiri, sama intuisi yang kita punya di awal terhadap suatu hubungan yang akhirnya kita kena batunya sendiri,” jelas Iqbal.
Dari proses vokal, Iqbal juga melihat adanya kekuatan Mawar dalam menyampaikan cerita. Menurutnya, Mawar tidak membutuhkan teknik vokal berlebihan untuk membuat pesan lagu terasa sampai kepada pendengar.
“Mawar tuh paling bagus suaranya dalam hal menceritakan sesuatu. Jadi nggak perlu teknik yang aneh-aneh,” ujar Iqbal.
Nuansa baru tersebut juga diperkuat melalui video musik yang mengusung konsep visual lebih ceria. Mawar bekerja sama dengan Bernadus Raka untuk mengeksplorasi tampilan, warna, akting, dan teknik pengambilan gambar.
“Seru banget karena sebuah konsep yang baru dan ceria secara look-nya, warnanya, acting-nya dan pengambilan gambarnya,” ungkap Mawar.
Karya ini menjadi lanjutan perjalanan Mawar di dunia musik sejak 2019. Sebelumnya, ia juga merilis “Tinggal” sebagai original soundtrack film “Tinggal Meninggal” yang dibintanginya pada Juni 2025.
Kini, “KAN” menjadi langkah berikutnya bagi Mawar untuk terus mengeksplorasi warna musik sekaligus menghadirkan cerita yang lebih dekat dengan kehidupan pendengarnya. (san/*) #foto dok. trinity optima production








