Eka Hospital: Henti Jantung Jadi Penyebab Tertinggi Kematian, Perlu Penanganan Cepat

dr. Guiddo Ilyasa Purba, Eka Hospital Hear Arrhythmia clinic menjelaskan, jika seseorang mendapati orang yang diduga mengalami henti jantung hendaknya dapat melakukan pertolongan pertama.

TANGSEL, LENSABANTEN.CO.ID – Rumah Sakit Eka Hospital, Tangerang Selatan mengungkapkan saat ini henti jantung menjadi penyebab tertinggi kasus kematian. Hal ini bisa terjadi sewaktu-waktu kepada siapa saja dan kapan saja.

Buruknya, tidak banyak orang yang bisa melakukan penanganan pertama terhadap orang yang mendadak mengalami henti jantung.

Bacaan Lainnya

dr. Guiddo Ilyasa Purba, Eka Hospital Hear Arrhythmia clinic menjelaskan, jika seseorang mendapati orang yang diduga mengalami henti jantung hendaknya dapat melakukan pertolongan pertama.

“Kita pernah mengetahui ada pemain bulu tangkis dari luar negeri yang meninggal di Indonesia yang diketahui terkena hentin jantung mendadak, dan akhirnya meninggal. Dalam penanganan perlu tindakan cepat, menit-meniat pertama merupakan waktu yang emas,”ujar Guiddo saat jumpa pers bersama awak media pada Jumat, 27 September 2025 kemarin.

Maka itu, penanganan pertama jika ada yang mendapati orang yang diduga henti jantung untuk segera melakukan pemeriksaan respon, kemudian cek nadi di leher sisi kanan.

dr. Guiddo Ilyasa Purba, Eka Hospital Hear Arrhythmia clinic menjelaskan, jika seseorang mendapati orang yang diduga mengalami henti jantung hendaknya dapat melakukan pertolongan pertama.

“Setelah itu segera lakukan pertolongan dengan meminta orang sekitar lokasi menelpon nomor darurat agar tim medis datang. Jika diketahui betul orang itu henti hantung, agar juga petugas medis juga datang membawa automated external defibrillators ,”imbuhnya.

Berikutnya, orang yang memberi pertolongan dapat melakukan kompresi dengan tangan di tengah-tengan antara dua puting sebanyak 30 kali di selingi 2 kali bantuan nafas lewat mulut. “Hal ini di ulang sebanyak 5 kali, bisa juga dilakukan kompresi secara terus menerus selama 2 menit atau hingga tim medis tiba di lokasi,”terangnya.

Ia melanjutkan, Pastikan korban tidak sadar, tidak bernapas, nadi tidak teraba dan dalam kondisi kering. “Nyalakan AED dan pasang pad AED pada dada korban sesuai instruksi pada AED Ikuti instruksi AED. Bila AED mengindikasikan kejut jantung, maka tekan tombol,”ujarnya.

 

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.