Insiden AC Batik Air Mati Kemenhub Langsung Tegur

JAKARTA, LENSABANTEN.CO.ID – Batik Air baru-baru ini mendapat teguran keras dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait insiden yang menyusahkan penumpangnya. Insiden ini melibatkan penumpang yang kesal karena berada dalam pesawat yang gelap dan AC mati, sehingga sejumlah dari mereka bahkan membuka pintu darurat pesawat pada 7 September 2023.

Kemenhub mengajukan pertanyaan tentang durasi yang diperlukan oleh maskapai tersebut untuk menurunkan penumpang. Sejumlah penumpang sangat tidak puas dengan kondisi di dalam pesawat sehingga terpaksa membuka pintu darurat yang terletak di atas sayap pesawat. Hal ini memicu pertanyaan tentang mengapa proses penurunan penumpang memakan waktu begitu lama.

Bacaan Lainnya

Ada dua kemungkinan dalam insiden ini. Jika penurunan penumpang dilakukan dalam waktu yang singkat, maka hal tersebut seharusnya dapat diatasi dengan cepat. Namun, jika pesawat sedang dalam persiapan untuk lepas landas, proses ini akan memerlukan waktu yang lebih lama.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Maria Kristi Endah Murni, sangat menyesal atas ketidaknyamanan yang dialami oleh penumpang pesawat Batik Air. Berdasarkan laporan yang diterimanya, pesawat mengalami insiden ketika akan menurunkan penumpang setelah tiba di Bandara Soekarno-Hatta. Kondisi tersebut meliputi AC mati dan padamnya lampu di kabin, yang mengakibatkan ketidaknyamanan bagi penumpang.

Kristi menekankan bahwa keselamatan dan keamanan penumpang serta awak pesawat adalah prioritas utama. Kemenhub telah memberikan teguran keras kepada Batik Air dan melakukan investigasi terkait insiden ini.

Dalam surat teguran, Maria meminta Batik Air Indonesia untuk segera menyampaikan tindakan yang telah diambil dalam menangani keluhan penumpang dan langkah-langkah perbaikan, termasuk analisis penyebab masalah tersebut oleh Ditjen Perhubungan Udara.

Permohonan Maaf Batik Air

Batik Air, sebagai bagian dari grup Lion Air, telah meminta maaf kepada seluruh penumpang atas ketidaknyamanan yang dialami pada tanggal 7 September 2023. Maskapai ini menekankan bahwa mereka selalu menjalankan standar operasional yang ketat dengan fokus utama pada keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penumpang.

Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic of Batik Air, menjelaskan bahwa penerbangan tersebut berjalan lancar dan pesawat mendarat secara normal di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Proses penanganan di darat juga dilakukan dengan baik oleh tim layanan darat.

Namun, setelah pesawat mendarat dan diparkir di tempatnya, terjadi gangguan pada pasokan tenaga listrik dari peralatan darat, yang tidak terduga. Hal ini mengakibatkan keterlambatan dalam menyediakan tenaga listrik tambahan untuk pesawat yang telah terparkir dengan baik. Batik Air telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menangani masalah ini, termasuk penggantian peralatan.

Dengan adanya investigasi dan langkah-langkah perbaikan, diharapkan insiden semacam ini tidak akan terjadi lagi di masa mendatang.

 

BACA JUGA  :

 

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.