Lebih dari Sekadar Kain: Kebaya sebagai Simbol Kekuatan Perempuan di Era Modern

TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID– Di tengah gempuran tren fast fashion yang silih berganti, kebaya membuktikan diri bukan sekadar artefak masa lalu. Dalam gelaran beauty talk bertajuk “Pretty in Power” yang berlangsung di Star Summarecon Mall Serpong, Minggu 26 April 2026.

Komunitas Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) Tangerang Raya menegaskan bahwa kebaya adalah medium ekspresi sekaligus simbol kepemimpinan perempuan yang tangguh.

Bacaan Lainnya

Hadir sebagai narasumber, April Widya dan Witha Fitra dari PBI Tangerang Raya membedah bagaimana busana tradisional ini mampu mentransformasi kepercayaan diri penggunanya.

Akar Budaya dan Identitas

Bagi April Widya, mengenakan kebaya adalah cara perempuan Indonesia bercerita tentang akarnya. Ia menekankan bahwa warisan budaya ini tidak boleh berakhir menjadi penghuni lemari atau sekadar pajangan museum.

“Kebaya bukan sekadar pakaian, tapi cerita tentang bagaimana kita membawa warisan itu ke masa kini. Di balik balutannya, kita menemukan kekuatan perempuan Indonesia yang sesungguhnya,” ujar April.

Lebih dari Sekadar Kain: Kebaya sebagai Simbol Kekuatan Perempuan di Era Modern

Ia mengajak lintas generasi untuk berani mempopulerkan kembali kebaya dalam aktivitas sehari-hari agar detak jantung budaya tetap terdengar di era modern.

Kepercayaan Diri dari Dalam

Senada dengan April, Witha Fitra menyoroti aspek psikologis di balik penampilan. Menurutnya, empowerment atau pemberdayaan bermula dari cara seorang perempuan memandang dirinya sendiri.

“Kunci utama membangun kepercayaan diri adalah mengenal dan menerima diri sendiri tanpa membandingkannya dengan standar orang lain,” jelas Witha.

Ia menambahkan bahwa kepercayaan diri bukan sesuatu yang instan, melainkan dibangun dari langkah kecil, termasuk keberanian mengekspresikan diri melalui pilihan busana yang nyaman dan autentik.

Kerja Kolektif Melestarikan Tradisi

PBI Tangerang Raya membawa misi besar: menjadikan wastra (kain tradisional) sebagai identitas yang membanggakan.

April menegaskan bahwa menjaga budaya adalah tugas kolektif yang membutuhkan keberanian untuk beradaptasi tanpa kehilangan esensi.

Misi Utama PBI Tangerang Raya:
* Adaptasi Tradisi: Menyesuaikan penggunaan kebaya dengan gaya hidup modern.

* Simbol Kepemimpinan: Mengangkat citra kebaya sebagai representasi perempuan yang anggun namun tangguh.

* Budaya yang Hidup: Memastikan wastra dipakai dan dicintai, bukan sekadar disimpan.

“Bagi kami, Pretty in Power bukan sekadar tentang penampilan. Ini tentang bagaimana kita sebagai komunitas menggunakan pengaruh untuk memastikan budaya kita tetap hidup. Budaya tidak akan lestari jika hanya disimpan di lemari; ia harus dipakai dengan bangga,” pungkas April.

Melalui diskusi ini, pesan yang disampaikan jelas: kekuatan sejati perempuan Indonesia muncul saat mereka bangga akan identitasnya, dan kebaya adalah jangkar yang menghubungkan masa lalu yang megah dengan masa depan yang berdaya.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.