Jadi Peserta JKN, Tresna Jalani Operasi Jantung Tanpa Kendala

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN. CO. ID– Tresna Karya Sembada adalah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di salah satu instansi di Kota Tangerang Selatan. Dirinya merupakan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari segmen peserta Pekerja Penerima Upah (PPU)

Kejadian bermula pada beberapa bulan yang lalu, saat itu ia merasakan sesak di dada kirinya. Meskipun awalnya ia merasa sehat dan tidak merasakan gejala yang mencolok, namun semakin lama ia mulai mengalami kelelahan berlebihan.

Bacaan Lainnya

“Awalnya saya tidak merasakan ada gejala yang aneh, semua normal seperti biasanya. Namun, beberapa kali ketika melakukan aktivitas yang cukup padat nafas saya terasa berat. Seperti kehabisan pasokan oksigen dalam tubuh. Selain ha itu, semua terasa normal-normal saja. Namun, untuk hasil yang lebih pasti saya segera memeriksakan diri ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempat saya terdaftar,” cerita Tresna kepada, Jumat, 25 Oktober 2024.

Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, hasilnya mengejutkan. Hasil pemeriksaan menyatakan jantung Pria 50 tahun itu berdetak cepat melebihi normal. Jantungnya berdetak hingga lebih dari 200 kali per menit. Dalam kondisi tertentu, peningkatan detak jantung ini normal, misalnya saat berolahraga atau dalam situasi panik dan cemas.

Namun saat itu, Tresna tidak sedang dalam kondisi tersebut. Menurut dokter yang memeriksanya, ini dapat menjadi tanda adanya gangguan pada jantungnya. Dokter memutuskan untuk merujuk Tresna ke rumah sakit, guna mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

“Waktu pemeriksaan bersama dokter di Puskesmas dekat rumah, dokter juga kaget melihat hasil pemeriksaan detak jantung saya. Saat itu hasilnya mencapai 200 kali per menit. Makanya dokter puskesmas tersebut langsung memberikan surat rujukan ke Rumah Sakit Jantung Harapan Kita. Saat diperiksa lebih lanjut oleh dokter spesialis, ternyata baru ketahuan katup jantung saya tidak normal. Saya sangat kaget, sebab menurut dokter solusi terbaik saat itu adalah harus menjalani operasi,” kata Tresna.

Dokter merekomendasikan agar Tresna menjalani operasi untuk memperbaiki katup jantungnya.

Meskipun dirinya tahu bahwa prosedur ini sangat penting, Tresna juga khawatir tentang biaya pengobatan yang mungkin akan memakan biaya yang besar.

Dalam pikirannya, ia membayangkan harus merogoh kocek hingga ratusan juta rupiah untuk biaya operasi dan perawatannya setelah operasi. Namun, beruntung bagi Tresna. Seluruh biaya pengobatannya ditanggung oleh BPJS Kesehatan melalui Program JKN.

“Wah, luar biasa ya BPJS Kesehatan ini. Hanya bermodal 1 kartu JKN dan tanda tangan persetujuan operasi, saya langsung dioperasi. Obat segala macam datang tanpa biaya. Setelah operasi pun penanganannya sangat bagus, ter-cover semuanya. Saya merasa bersyukur pemerintah memiliki program yang dapat membantu meringankan beban finansial bagi pasien seperti saya. Berkat kartu JKN, operasi jantung saya berjalan tanpa kendala,” ujar Tresna.

Setelah menjalani operasi, Tresna merasakan perubahan yang signifikan pada jantungnya. Ia menyadari betapa pentingnya menjaga kesehatan jantung dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Tresna mengajak masyarakat untuk lebih proaktif dalam menjaga kesehatan .Pengalaman ini mengajarkan Tresna bahwa tidak ada salahnya untuk memeriksakan diri ke dokter, terutama ketika ada gejala yang tidak biasa.

Lebih dari itu, Tresna ingin membagikan pengalamannya kepada masyarakat luas. Ia berharap semakin banyak orang yang menyadari pentingnya program JKN.

“Program JKN Program ini sangat membantu, terutama bagi mereka yang tidak mampu secara finansial. JKN adalah langkah preventif yang sangat penting untuk menjaga kesehatan kita dan keluarga. Kesehatan itu sangat berharga, dan kita harus menjaganya dengan baik. Saya sudah terbantu, semoga banyak orang yang juga merasakan. Saya berpesan untuk masyarakat yang belum mendaftar, agar segera mendaftar dan jangan lupa membayar iuran secara tepat waktu dan tepat jumlah,” ujarnya.

Dengan semangat baru, Tresna kini menjalani gaya hidup yang lebih sehat. Ia mulai mengatur pola makan, berolahraga secara teratur, dan memperhatikan tanda-tanda kesehatan tubuhnya.

Tresna berharap, dengan perubahan ini, ia dapat terhindar dari masalah kesehatan di masa depan. Tresna kini tidak hanya menjadi pejuang kesehatan untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk orang lain. Melalui perjalanan ini, ia menemukan kekuatan baru dan komitmen untuk tidak hanya menjaga kesehatan jantungnya, tetapi juga menjadi agen perubahan dalam kesadaran kesehatan masyarakat.

 

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.