JEC dan Syafana Gelar Pemeriksaan Mata Gratis, Sasar Ratusan Peserta di Tangerang

JEC dan Syafana Gelar Pemeriksaan Mata Gratis, Sasar Ratusan Peserta di Tangerang
JEC dan Syafana Gelar Pemeriksaan Mata Gratis, Sasar Ratusan Peserta di Tangerang

KABUPATEN TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – JEC Eye Hospitals and Clinics berkolaborasi dengan Parent Teacher Association (PTA) Secondary Syafana Islamic School menggelar bakti sosial pemeriksaan mata gratis di Syafana Islamic School Secondary Campus, Lengkong Kulon, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, pada Rabu, 28 Oktober 2026.

Mengusung tema “Melihat Lebih Jelas, Berbagi Lebih Luas”, kegiatan ini menargetkan 250 hingga 300 peserta yang terdiri dari tenaga pendidik, staf sekolah, masyarakat sekitar, serta anak didik Atta’awun Educare Kampus Lengkong.

Bacaan Lainnya

Kegiatan yang diinisiasi Seksi Sosial PTA Secondary Syafana Islamic School tersebut menjadi upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan mata dan mendeteksi gangguan penglihatan sejak dini.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang disampaikan dalam materi kegiatan, sekitar 17 persen dari 55 juta penduduk berusia di atas tujuh tahun yang mengikuti skrining kesehatan mata pada 2025 ditemukan mengalami gangguan penglihatan. Kondisi seperti rabun jauh, rabun dekat, dan mata silinder perlu dikenali agar tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemeriksaan awal melalui layanan EyeCheck, edukasi kesehatan mata, serta kacamata gratis bagi yang membutuhkan berdasarkan hasil pemeriksaan.

Senior Direktur Pengembangan dan Pendidikan JEC Eye Hospitals and Clinics, Prof. Dr. Tjahjono D. Gondhowiarjo, SpM(K), PhD, mengatakan gangguan refraksi dapat dialami anak-anak maupun orang dewasa. Namun, kondisi tersebut kerap tidak disadari sejak awal meskipun bisa memengaruhi kenyamanan belajar, produktivitas, hingga kualitas hidup.

“Pemeriksaan mata secara berkala penting untuk mengenali gangguan penglihatan sedini mungkin agar dapat ditangani secara tepat. Pemeriksaan dapat diulang setiap enam bulan hingga satu tahun, sesuai kondisi mata dan anjuran dokter,” ujar Tjahjono, saat dikonfirmasi awak media.

Ketua PTA Secondary Syafana Islamic School, Sundus Wahidah
Ketua PTA Secondary Syafana Islamic School, Sundus Wahidah

Ia menambahkan, kolaborasi dengan Syafana Islamic School merupakan bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan mata bagi masyarakat. Melalui kegiatan sosial tersebut, JEC berharap semakin banyak orang yang memahami pentingnya pemeriksaan mata dan menerapkan kebiasaan menjaga kesehatan penglihatan.

Ketua PTA Secondary Syafana Islamic School, Sundus Wahidah, mengatakan kegiatan ini juga menjadi sarana menumbuhkan kepedulian sosial di lingkungan sekolah. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui keterlibatan langsung dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Melalui pemeriksaan dan pemberian kacamata ini, kami berharap warga sekolah maupun masyarakat sekitar dapat lebih nyaman menjalani aktivitas sehari-hari. Kebersamaan dalam kegiatan ini juga menjadi pengalaman berharga untuk belajar berbagi dan memahami kebutuhan orang lain,” kata Sundus.

Dalam pelaksanaannya, JEC turut melibatkan M-Optik JEC untuk mendukung penyediaan bingkai dan lensa kacamata bagi peserta yang membutuhkan. Pemberian kacamata disesuaikan dengan hasil pemeriksaan agar dapat membantu menunjang aktivitas sehari-hari.

Kepala Divisi Marketing dan Komunikasi JEC Eye Hospitals and Clinics, Mubadiyah, mengatakan kolaborasi tersebut menggabungkan layanan kesehatan mata dengan kepedulian komunitas sekolah terhadap masyarakat sekitar. Ia berharap kegiatan serupa dapat menginspirasi institusi pendidikan dan komunitas lain untuk turut memperluas akses pemeriksaan mata.

Selain kegiatan sosial, JEC Eye Hospitals and Clinics menyatakan terus mengembangkan layanan kesehatan mata dengan dukungan dokter spesialis dan subspesialis, teknologi diagnostik dan bedah, serta layanan digital. Berdiri sejak 1984, jaringan tersebut kini memiliki 16 fasilitas yang tersebar di sembilan kota.

Melalui kegiatan pemeriksaan mata gratis ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan penglihatan, termasuk membatasi penggunaan gawai secara berlebihan, mengatur jarak pandang, memberi waktu istirahat bagi mata, dan melakukan pemeriksaan secara berkala.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.