LENSABANTEN.CO.ID —PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan Grab Indonesia resmi menjalin kerja sama untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan mitra pengemudi Grab di area perlintasan sebidang.
Nota Kesepahaman (MoU) ditandatangani oleh Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo dan Country Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi pada Kamis, 13 Februari 2024, di Mason Pine Hotel, Kabupaten Bandung Barat.
Kerja sama ini bertujuan untuk memanfaatkan data dan informasi guna memberikan peringatan otomatis kepada mitra pengemudi Grab yang akan melintasi perlintasan sebidang.
Selain itu, program ini juga mencakup edukasi keselamatan berkendara di area perlintasan. Dengan langkah ini, kedua pihak berharap dapat mengurangi risiko kecelakaan dan meningkatkan kesadaran keselamatan bagi pengguna jalan, khususnya mitra pengemudi Grab.
Fokus pada Digitalisasi dan Teknologi
Didiek Hartantyo menegaskan bahwa keselamatan perjalanan kereta api adalah prioritas utama KAI. “Kami berkomitmen untuk mengintegrasikan teknologi dan digitalisasi dalam sistem keselamatan transportasi. Kerja sama dengan Grab memungkinkan mitra pengemudi menerima informasi real-time tentang perlintasan sebidang, sehingga meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi potensi bahaya,” ujarnya.
KAI juga berencana memperluas kolaborasi di bidang teknologi terkini seperti Artificial Intelligence (AI), Big Data, dan Data Analytics untuk mendukung layanan mobility as a service. Langkah ini sejalan dengan visi perusahaan, Driving Sustainable Transportation, Enhancing People’s Lives.
Kondisi Perlintasan Sebidang di Indonesia
Berdasarkan data terbaru, terdapat 3.896 perlintasan sebidang di Indonesia, terdiri dari 2.803 perlintasan resmi dan 1.093 perlintasan liar. Dari perlintasan resmi, 979 dijaga oleh KAI, 538 oleh Dinas Perhubungan/Pemerintah Daerah, 40 oleh pihak swasta, dan 460 dijaga secara swadaya oleh masyarakat. Namun, 1.879 perlintasan tidak memiliki penjagaan, sehingga memerlukan perhatian lebih dalam hal keselamatan.
Sebagai upaya peningkatan keselamatan, KAI telah menutup 309 perlintasan sebidang pada tahun 2024 sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 94 Tahun 2018. Pada Januari 2025, KAI berencana menutup 8 perlintasan sebidang lagi.
Kontribusi Grab dalam Keselamatan
Neneng Goenadi menyatakan bahwa kolaborasi ini mencerminkan misi bersama untuk menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih aman. “Dengan data dari KAI, kami dapat memperkaya pemetaan dan sistem deteksi di aplikasi Grab. Mitra pengemudi akan menerima notifikasi otomatis saat mendekati perlintasan sebidang, sehingga mereka dapat berkendara dengan lebih waspada,” jelasnya.
Grab juga sedang mempersiapkan konten edukasi untuk mitra pengemudi agar lebih memahami prosedur keselamatan di perlintasan sebidang.
Langkah Strategis KAI
Anne Purba, Vice President Public Relations KAI, menambahkan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk sinergi antara transportasi publik dan layanan on-demand. “Kami telah aktif melakukan edukasi kepada masyarakat dan memasang rambu-rambu peringatan di titik-titik rawan. Selain itu, kami sedang mengembangkan sistem peringatan dini berbasis CCTV dan sensor otomatis,” ujarnya.
Anne juga menjelaskan bahwa kerja sama ini sejalan dengan implementasi Gapeka 2025, yang mencakup penambahan frekuensi perjalanan dan percepatan waktu tempuh kereta api penumpang. “Kami berharap kolaborasi ini dapat menjadi contoh sinergi positif antara transportasi kereta api dan layanan transportasi daring,” tutupnya.









