LEBAK, LENSABANTEN.CO.ID – Sektor pendidikan di provinsi Banten masih menjadi ‘pekerjaan rumah’ (PR) bagi pemerintah daerah. Masih ditemui sekolah yang mengalami kekurangan tenaga pengajar maupun sarana prasarana yang minim.
Beberapa persoalan pendidikan di Banten tersebut tentunya berdampak pada pembangunan sumber daya manusia (SDM) dengan optimal.
Gambaran kondisi itu terlihat di Kampung Sari Mulya, Desa Jayasari, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak yang warganya hanya bisa bersekolah di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Iman.
Meski berdiri sekolah itu disayangkan kondisinya yang masih belum cukup ideal untuk menjalankan program belajar mengajar.
Bangunan sekolah tidak dilengkapi dengan plafon serta bangunan yang sudah tampak kusam dan terkesan bangunan tua.
Selain itu, sekolah ini memiliki jumlah tenaga pengajar atau guru yang sedikit. Biaya sekolah untuk perbulan ditarik iutan Rp 15 ribu.
Kondisi itu menjadi keprihatinan bagi bakal calon Gubernur Banten Arief Wismansyah, karena itu, Ia pun mengajak warga Banten untuk bisa membantu sekolah dengan sedekah tenaga, pikiran dan pembelajaran agar memberikan pengajaran kepada siswa di sekolah tersebut
“Jadi jaraknya cuma 1 jam 45 menit dari Kota Tangerang, tapi kekurangan guru. Untuk itu kepada warga Banten yang mau sedekah tenaga, pemikiran dan pembelajaran dengan mengajar murid-murod di sini,silakan kapan-kapan main ke sini,”ajaknya.








