Kepesertaan Jkn Permudah Yoyoh Akses Ibadah Dan Layanan Kesehatan

Kepesertaan Jkn Permudah Yoyoh Akses Ibadah Dan Layanan Kesehatan
Kepesertaan Jkn Permudah Yoyoh Akses Ibadah Dan Layanan Kesehatan

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus menunjukkan manfaat nyata bagi masyarakat, tak terkecuali bagi Maesyaroh (57). Wanita yang akrab disapa Yoyoh ini mengatakan meski selama ini ia jarang mengalami gangguan kesehatan yang memerlukan perawatan di rumah sakit, Yoyoh merasa sangat bersyukur telah terdaftar sebagai peserta aktif JKN.

Menurutnya, memiliki jaminan kesehatan yang sah dan diakui oleh negara memberikan rasa aman dan ketenangan tersendiri. Kepada tim Jamkesnews, Yoyoh menceritakan bahwa kesadaran akan pentingnya keaktifan status kepesertaan Program JKN mulai ia rasakan saat hendak mendaftar keberangkatan umrah.

Bacaan Lainnya

“Pihak biro travel yang mengurus keberangkatan saya menjelaskan bahwa salah satu syarat terbaru untuk pendaftaran jamaah haji maupun umrah adalah memiliki status kepesertaan JKN yang aktif. Alhamdulillah, saya telah terdaftar program JKN dan statusnya aktif. Jadi langsung bisa lanjut proses tanpa hambatan. Dari dulu memang saya selalu memastikan kepesertaan saya sekeluarga aktif. Kita tidak pernah tahu, sakit kan bisa hadir kapan saja,” ungkap Yoyoh pada Jumat, 18 Juli 2025.

Pengalaman ini menjadi sangat berharga bagi Yoyoh, karena membuka matanya akan pentingnya memiliki perlindungan kesehatan formal yang bukan hanya dibutuhkan saat sakit, tetapi juga sebagai bagian dari identitas administratif yang semakin banyak dibutuhkan.

Ia pun langsung mengingatkan kembali hal ini kepada anak-anaknya agar mereka juga memahami pentingnya menjaga status kepesertaan JKN agar tetap aktif.

“Saya langsung bilang ke anak-anak, sekarang tuh JKN bukan cuma buat berobat. Mau umroh, haji, bahkan bikin SKCK juga butuh kepesertaan JKN aktif. Menurut saya benar juga, kita tidak tahu kapan sakit. Saat mau berangkat umrah terus sakit, kan kita bisa dijamin oleh Program JKN. Saya setuju bahwa ini sebagai langkah pemerintah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memiliki jaminan kesehatan,” tuturnya.

Bagi Yoyoh, keberadaan Program JKN merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah, khususnya Pemerintah Kota Tangerang, terhadap warganya. Ia merasa sangat terbantu karena sejak beberapa tahun lalu dirinya telah terdaftar sebagai peserta JKN yang iurannya ditanggung oleh pemerintah daerah.

Menurutnya, tidak semua orang mampu membayar iuran secara mandiri dan pemerintah hadir menjawab solusi agar masyarakat tetap bisa mendapatkan akses layanan kesehatan tanpa terbebani biaya.

“Saya sangat berterima kasih kepada pemerintah Kota Tangerang. Karena iuran saya ditanggung, saya nggak pernah merasa berat tapi ternyata manfaatnya besar sekali. Kita tahu tidak semua masyarakat dapat membayar iuran karena untuk makan aja kadang susah. Dengan hadirnya pemerintah dalam menanggung iuran Program JKN, masyarakat jadi punya secercah harapan untuk mendapatkan pelayanan fasilitas kesehatan yang baik. Saya sangat bersyukur,” ucap Yoyoh.

Sebagai seorang ibu dan nenek, Yoyoh kini aktif mengingatkan lingkungan sekitarnya mulai dari tetangga hingga rekan majelis tentang pentingnya terdaftar sebagai peserta JKN yang aktif.

Ia merasa bahwa edukasi semacam ini harus terus dilakukan, karena masih banyak masyarakat yang belum memahami fungsi dan manfaat luas dari Program JKN.

Ia bahkan sering membantu mengecek status keaktifan Program JKN milik anggota keluarganya menggunakan Aplikasi Mobile JKN atau dengan bertanya langsung ke anaknya. Yoyoh berharap pemerintah dapat terus mempertahankan dan bahkan meningkatkan kualitas pelayanan Program JKN.

Ia juga berharap agar informasi mengenai manfaat dan penggunaan JKN bisa lebih disosialisasikan secara luas, agar tidak hanya peserta lama yang merasakan manfaatnya, tetapi juga generasi muda.

“Zaman sekarang gampang kok ngeceknya. Bisa lewat HP atau datang ke kantor BPJS Kesehatan langsung. Jangan nunggu sakit dulu baru panik. Menurut saya, anak-anak muda juga harus sadar dari sekarang. Jangan merasa belum butuh karena kita gak tahu kapan perlu dan Program JKN juga sudah jadi syarat banyak hal. Saya sih berharapnya BPJS Kesehatan dapat terus mensosialisasikan program ini, agar semakin banyak masyarakat Indonesia yang terdaftar program ini,” tutup Yoyoh.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.