KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang melayani ribuan warga yang melakukan pindah memilih. Pelayanan tidak hanya dilakukan di sekretariat panitia pemilihan kecamatan (PPK) tetapi juga di panitia pemungutan suara (PPS) se-Kota Tangerang.
Di kantor KPU Kota Tangerang, pelayanan pindah memilih juga dilakukan, dan pada Senin, 15 Januari 2024, merupakan hari terakhir. Pelayanan akan dilaksanakan hingga pukul 23.59 WIB.
Ketua KPU Kota Tangerang, Qori Ayatullah, mengatakan antusiasme warga untuk melakukan pindah memilih di Kota Tangerang cukup tinggi.
“Keramaian pindah memilih dapat dilihat di kantor KPU, PPK, maupun PPS, masyarakat berbondong-bondong, dan kita juga melakukan pendekatan di beberapa titik,” ujar Qori ketika ditemui di kantor KPU pada Senin, 15 Januari 2024.
Pihaknya menunggu pembaharuan data pindah memilih hingga waktu berakhir. Namun demikian, data terakhir yang tercatat masuk sekitar 1.000 pemilih.
“Estimasi hingga selesai kemungkinan mencapai 2 ribu hingga 3 ribu pemilih, tersebar di 13 kecamatan di 104 Kelurahan,” imbuhnya.
Ia pun mengakui bahwa pada pesta demokrasi 2024, pemindahan hak pilih tergolong tinggi, salah satunya disebabkan karena di kawasan Bandara Internasional Soekarno Hatta tidak ada Tempat Pemungutan Suara (TPS).
“Hari ini tidak ada TPS, daftar pemilih tambahan (DPTb) di bandara, antusiasme mereka menuju TPS Kota Tangerang,” ungkapnya.
Ketua KPU Kota Tangerang Qori Ayatullah mengatakan antusias warga untuk pindah memilih di Kota Tangerang cukup tinggi. Foto : Eky
Salah seorang warga yang melakukan pemindahan hak pilih, Johandika (26), mengaku antusias karena beralamat KTP di Provinsi Pekanbaru, namun kini tinggal di Cipondoh, Kota Tangerang, dan bekerja di Jakarta.
“Saya mengurus domisili dulu di RT, karena saya ingin menggunakan hak pilih di sini. Hanya saja, antrinya agak lama tadi,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya berinisiatif mencari tahu bagaimana caranya melakukan pemindahan hak pilih agar dapat menggunakan hak suaranya pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang.
Hal serupa juga diungkapkan oleh Elih Lusiani (37), yang saat ini masih memiliki identitas dengan alamat di Bandung. Namun, karena kesadaran untuk menggunakan hak suaranya, ia bersama suaminya melakukan pemindahan hak pilih.
“Pada setiap Pemilu, saya selalu memberikan suara, minimal untuk memilih presiden. Kalau untuk Caleg, saya tidak begitu tahu, sudah dua kali Pemilu,” kata perempuan ini yang datang bersama anak batitanya.
Ia berharap bahwa pelayanan bagi warga yang melakukan pemindahan hak pilih dapat terus ditingkatkan agar banyak warga yang memiliki keinginan serupa dengan dirinya dapat terlayani dengan maksimal.










