Krisis Kemanusiaan di Gaza, PBB : 1 Anak Tewas Setiap 10 Menit

Seorang anak berdiri di kawasan pengungsian di Palestina. FOTO : oleh Ahmed akacha:
Seorang anak berdiri di kawasan pengungsian di Palestina. FOTO : oleh Ahmed akacha:

GAZA, LENSABANTEN.CO.ID – Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) telah mengungkapkan bahwa agresi Israel telah menelan korban berat di Gaza. Dalam sebulan terakhir, satu anak Palestina terbunuh dan dua lainnya terluka setiap 10 menit. Hingga Senin 6 November 203, sudah ada 4.104 anak Palestina yang tewas akibat serangan Israel yang dimulai sejak 7 Oktober 2023.

UNRWA, badan utama PBB yang beroperasi di Jalur Gaza, berperan penting dalam melindungi dan membantu warga Gaza yang mengungsi atau mencari perlindungan. Saat ini, sekolah-sekolah UNRWA menampung sekitar 670 ribu warga Gaza yang berjuang untuk bertahan dari serangan Israel. Namun, serangan tersebut juga menewaskan sedikitnya 88 staf atau kolega UNRWA di Gaza.

Bacaan Lainnya

Direktur Komunikasi UNRWA, Juliette Touma, mengungkapkan kesedihannya atas jumlah kolega yang tewas di Gaza.

“Ini menghancurkan bagi UNRWA. 88 kolega, itu angka terakhir yang kami peroleh dalam kehilangan yang besar ini. Kami sedang berduka,”ujarnya Selasa 7 November 2023.

Direktur UNRWA di Jalur Gaza, Thomas White, menyoroti keadaan yang semakin tidak aman di Gaza. Fasilitas dan bangunan PBB menjadi sasaran dalam serangan, bahkan bendera PBB tidak lagi dapat melindungi warga Gaza. Lebih dari 50 fasilitas PBB rusak atau hancur selama hampir sebulan agresi Israel ke Gaza. Selain itu, sebanyak 72 staf UNRWA telah tewas sejak awal kampanye serangan udara Israel.

White sangat khawatir bahwa jumlah warga yang terluka atau tewas ketika berlindung di bangunan atau fasilitas PBB akan meningkat, terutama di Jalur Gaza bagian utara yang menjadi medan pertempuran utama.

“Kenyataannya adalah kami kehilangan kontak dengan banyak tempat penampungan di wilayah utara,” ujarnya kepada perwakilan negara-negara anggota UNRWA dalam konferensi virtual membahas situasi kemanusiaan di Gaza. “Mereka adalah orang-orang yang mencari perlindungan di bawah bendera PBB berdasarkan hukum kemanusiaan internasional. Mari kita perjelas, tidak ada tempat yang aman di Gaza saat ini,” tambah White.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.