KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID– Warga RW 015 Putrisima Raya, Kelurahan Uwung Jaya, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, menggelar malam tasyakuran menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia, pada Minggu, 16 Agustus 2026 malam. Kegiatan ini menjadi momentum bagi warga untuk mempererat silaturahmi dan menjaga kekompakan di lingkungan RW 015.
Diisi Doa dan Orasi Lintas Agama
Malam tasyakuran tersebut diisi dengan doa lintas agama, orasi lintas agama, menyanyikan lagu daerah, serta renungan untuk mengenang jasa para pahlawan. Kegiatan ini diikuti warga dari enam RT yang berada di lingkungan RW 015.
Ketua RW 015, Yoyon Herman, mengatakan antusiasme warga mengikuti kegiatan tersebut cukup tinggi. Bahkan, sejumlah warga yang tidak masuk dalam daftar undangan turut hadir karena ingin ikut merasakan kebersamaan.
“Kalau saya lihat memang antusias sekali. Kita sudah memberikan undangan, ternyata ada di luar undangan juga yang hadir karena merasa kebersamaannya itu terasa setiap acara kegiatan tasyakuran,” kata Yoyon, saat dikonfirmasi Lensa Banten.
Yoyon menjelaskan, RW 015 terdiri dari enam RT dan seluruhnya terlibat dalam kegiatan malam tasyakuran. Masing-masing RT mengirimkan sekitar 20 warga untuk mengikuti kegiatan tersebut.
“6 RT terlibat semua. Jadi rata-rata diambil per RT sekitar 20 orang,” ujarnya.
Dipusatkan di Pos Tiga Raya
Menurut Yoyon, kegiatan tasyakuran dipusatkan di Pos Tiga Raya karena RW 015 belum memiliki fasilitas umum yang dapat digunakan untuk kegiatan bersama. Lokasi tersebut dipilih karena berada di tengah wilayah sehingga lebih mudah dijangkau warga dari RT 1 hingga RT 6.

“Di sini tengah-tengah. Kalau diambil dari RT mana saja, nanti ada yang merasa jauh untuk datang, jadi kita pilih di Pos Tiga Raya,” jelasnya.
Tokoh masyarakat sekaligus perwakilan panitia RW 015, Suhendar, mengatakan malam tasyakuran merupakan kegiatan rutin yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Kegiatan tersebut bahkan telah menjadi tradisi warga setiap malam menjelang peringatan Hari Kemerdekaan.
“Ya, kegiatan hari ini itu adalah kegiatan malam tasyakuran. Dan tiap tahun kita melaksanakan malam tasyakuran ini di malam ke-17,” kata Suhendar.
Suhendar menyebut, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berkumpul dan bersilaturahmi. Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk memperkuat kerukunan dan kebersamaan warga tanpa membedakan latar belakang.
“Kita bersatu tidak ada perbedaan di sini. Jadi supaya kita di RW sini, RW 15, bisa guyub dan kelihatannya kompak,” ujarnya.
Jaga Tradisi dan Kenalkan Sejarah
Yoyon mengatakan, kegiatan doa dan orasi lintas agama, lagu daerah hingga renungan merupakan rangkaian yang terus dipertahankan setiap tahun. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bentuk napak tilas sekaligus cara mengenalkan sejarah perjuangan kepada anak-anak.
“Kalau saya lihat memang dari tahun ke tahun kegiatannya seperti itu. Lagu-lagu daerah, terus seperti ini, karena kita seolah napak tilas, memberikan motivasi pada anak-anak kita,” tutur Yoyon.
Ia menilai, kegiatan peringatan kemerdekaan penting untuk menjaga tradisi agar tidak hilang. Selain itu, anak-anak juga diharapkan dapat mengetahui sejarah dan memahami jasa para pahlawan.
“Kalau ini tidak diadakan, anak-anak akan kehilangan sejarah. Jadi kita ikutin teruslah napak tilas ini,” katanya.

Suhendar berharap kegiatan malam tasyakuran dapat terus berkembang dan semakin banyak warga yang hadir pada tahun berikutnya. Ia melihat antusiasme warga terus meningkat, meski jumlah peserta malam itu belum mencapai setengah dari jumlah undangan.
“Harapan kita lebih baik lagi di tahun depan, lebih guyub lagi, dan lebih kompak lagi,” kata Suhendar.
Dapat Apresiasi Kelurahan
Yoyon menambahkan, kegiatan malam tasyakuran tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Kelurahan Uwung Jaya. Pihak kelurahan sebelumnya telah diundang untuk menghadiri tasyakuran dan upacara, tetapi berhalangan hadir karena mengikuti upacara di tingkat Kecamatan Cibodas.
“Dia sangat memberikan apresiasi. Kemarin saya sudah undang Pak Lurah bahwa kami akan mengadakan tasyakuran dan upacara. Beliau memberikan apresiasi karena tidak bisa hadir karena juga upacara di kecamatan,” pungkasnya.








