Mengubah Sampah Jadi Berkah: Gerakan Kolektif Warga dan Pemkot Tangerang Ciptakan Lingkungan Bersih

Wali Kota Tangerang Sachrudin saat memberi contoh untuk membuang sampah pada tempatnya

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID —  Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menggalakkan sebuah gerakan kolektif untuk mengubah paradigma masyarakat terhadap sampah, dari sekadar limbah menjadi sumber daya bernilai ekonomi hingga ladang amal. Gerakan ini tidak hanya datang dari imbauan, tetapi juga dari teladan langsung pemimpin daerah dan inovasi yang lahir dari inisiatif warga di tingkat akar rumput.

Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, secara konsisten menunjukkan komitmennya dengan tidak hanya memberikan arahan, tetapi juga turun langsung ke lapangan. Ia kerap berkeliling kota, menertibkan tempat pembuangan sampah liar, dan tak segan memungut sampah yang berserakan di jalanan. Aksi ini seringkali ia lakukan sembari mengajak warga sekitar untuk turut peduli.

Bacaan Lainnya

“Ayo pak, ibu kita pungut sampah kalau lihat ada yang berserakan di jalan. Kita jaga kota Tangerang biar makin bersih,” ucap Sachrudin di sela-sela kegiatannya.

Baginya, pengelolaan sampah adalah fokus berkelanjutan yang membutuhkan koordinasi antar unit kerja pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat. “Pengelolaan sampah perlu menjadi fokus berkelanjutan, sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan kota,” tegasnya.

Warga saaat mengubah sampah menjadi produk nilai ekonomi

Dari Limbah Menjadi Ladang Amal

Pesan untuk mengelola sampah secara bijak semakin kuat ia gaungkan saat menghadiri Peringatan Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW di Masjid Al Madinah, CBD Ciledug, Sabtu 4 Oktober 2025. Di hadapan jemaah, Sachrudin menekankan bahwa sampah bisa menjadi sarana berbagi manfaat.

“Sampah ini sebenarnya bisa dikelola dan punya nilai ekonomi. Bahkan dengan sampah pun kita bisa beramal,” ujar Sachrudin.

Ia mencontohkan program sedekah sampah yang berhasil dijalankan di masjid sekitar kediamannya, di mana dana yang terkumpul dari pengelolaan sampah rutin disalurkan untuk membantu warga kurang mampu. “Beramal tidak hanya dengan uang, tapi juga dengan tenaga, pikiran, doa, bahkan dengan diam. Kalau kita kelola sampah dengan baik, itu pun sudah jadi amal,” tambahnya.

Inovasi dari Akar Rumput

Pesan ini bukan sekadar imbauan, melainkan sebuah gerakan yang telah terbukti berhasil di tingkat komunitas. Di RW 10, Villa Tangerang Indah, Kecamatan Periuk, warga telah kompak mengolah sampah secara mandiri sejak 2017.

Ketua Tempat Pengolahan Sampah Reuse, Reduce, Recycle (TPS3R) RW 10, Yadi Wijaya, menjelaskan bahwa proses pemilahan dimulai dari setiap rumah. “Mereka sudah memisahkan sampah dari rumah dan nanti petugas kami akan berkeliling sejak pukul 05.00 WIB. Dari 620 KK, kami mengelola 1,5 ton sampah setiap harinya,” ungkap Yadi, Rabu 1 Oktober 2025.

Hasilnya luar biasa. Sampah organik diolah menjadi kompos, sementara sampah anorganik disulap menjadi kerajinan tangan seperti tas. “Dari sampah yang dihasilkan, hanya 25 persen sisa residu yang dibuang ke TPA Rawa Kucing,” lanjutnya.

Contoh sukses lainnya datang dari Bank Sampah Patung Rusa di RW 04, Kelurahan Pabuaran Tumpeng, Kecamatan Karawaci. Mereka berhasil mengubah limbah rumah tangga seperti minyak jelantah menjadi produk bernilai jual, seperti sabun dan lilin. Produk ini kemudian menjadi insentif bagi sekitar 25 warga yang rutin menjadi nasabah.

“Setiap minggunya, kami mampu mengumpulkan sampah anorganik sekitar 150 kilogram,” terang Ketua Bank Sampah Patung Rusa, Sri Aminarti.

Wali Kota Tangerang Sachrudin saat turun aksi membersihkan jalan protokol dari sampah.

Keselamatan Petugas Jadi Perhatian

Seiring dengan gerakan pengelolaan sampah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang juga menyoroti aspek keselamatan. Kepala DLH, Wawan Fauzi, mengingatkan masyarakat tentang bahaya membuang sampah tajam secara sembarangan.

“Sampah tajam seperti pecahan kaca, tusuk sate, hingga jarum suntik sangat berbahaya. Dapat melukai petugas kebersihan dan mahluk hidup lainnya, menyebabkan luka dan infeksi,” ungkap Wawan, Kamis 11 September 2025.

Ia mengimbau masyarakat untuk memisahkan sampah tajam, menempatkannya dalam wadah tertutup yang kuat, dan memberinya label “Sampah Tajam” sebelum dibuang bersama residu atau diserahkan langsung ke petugas.

“Dengan membuang sampah tajam dengan aman, kita turut menjaga keselamatan petugas kebersihan. Mari kita mulai kebiasaan kecil ini dan bersama jaga kebersihan serta kenyamanan Kota Tangerang,” tutupnya. (*)

 

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.