TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Aksi pencurian mesin pompa air terjadi di RT 02/RW 08, Kelurahan Cimone Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, pada Sabtu lalu. Mesin pompa seberat ratusan kilogram tersebut hilang pada bagian motor penggeraknya.
Diberitakan sebelumnya, pompa air tersebut merupakan milik Dinas PUPR Kota Tangerang. Fungsinya untuk membantu pengoperasian air, khususnya di wilayah Cimone Jaya dan sekitarnya.
Menanggapi hal tersebut, Kadis PUPR Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, mengatakan pihaknya sudah melaporkan kasus ini ke kepolisian dan tengah melengkapi data.
“Ya jadi, sebagaimana kita ketahui bahwa ini pompa di Cimone itu, eh, ada yang hilang ya. Terutama yang hilang itu adalah bagian dari motor penggeraknya begitu. Jadi kemarin kita sudah laporkan ke pihak kepolisian, dari pihak kepolisian minta data-data, kita coba lengkapin hari ini,” ujarnya kepada awak Jurnalis usai Apel Pagi di Pemkot Tangerang pada Senin, 30 Maret 2026.
Taufik menjelaskan, pompa air tersebut merupakan aset lama yang diperoleh sejak tahun 2010. Nilai mesin penggerak yang hilang diperkirakan mencapai sekitar Rp37 juta.
“Itu perolehan kita tuh di tahun 2010 ya. 2010 itu data kita sekitar 37 juta gitu,” jelasnya.
Ia menambahkan, hingga kini pencurian baru terjadi di satu lokasi tersebut yakni di Cimone, Kecamatan Karawaci. Pihaknya belum menerima laporan kejadian serupa di titik lain.
“Iya, cuma sementara sih baru di situ,” katanya.
Akibat hilangnya mesin penggerak, pompa air tersebut tidak bisa beroperasi. Hal ini berpotensi mengganggu penanganan genangan di wilayah setempat.
“Iya, jadi nggak bisa beroperasi,” ungkapnya.
Meski begitu, Taufik memastikan dampaknya tidak terlalu luas karena hanya terjadi di satu titik. Ia menyebut penanganan banjir secara keseluruhan masih bisa diantisipasi.
“Ya, kan itu cuma satu lokasi gitu ya,” ucapnya.
Pemkot Tangerang juga berencana segera mengganti mesin pompa yang hilang. Langkah ini dilakukan agar fungsi pompa bisa kembali normal.
“Insya Allah, insya Allah,” pungkasnya.









