KABUPATEN TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Kebakaran hebat melanda pabrik produksi kipas angin milik PT Desen Nusantara Anugerah di Jalan Raya Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, padaJumat, 6 November 2026 siang. Hingga Jumat pukul 14.20 WIB, api masih berkobar hebat dan melahap bangunan pabrik.
Kobaran api disertai kepulan asap hitam pekat terlihat membumbung tinggi ke udara. Bahkan, satu bangunan pabrik yang terbakar dilaporkan sudah ambruk dengan puing-puing berserakan di area sekitar.
Sejumlah karyawan yang berada di dalam pabrik tampak panik dan berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri. Sementara itu, petugas pemadam kebakaran (damkar) yang tiba di lokasi langsung berjibaku menjinakkan kobaran api.
Komandan Pos Damkar Pasar Kemis BPBD Kabupaten Tangerang, Amirudin mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakaran tersebut sekitar pukul 11.15 WIB. Hingga saat ini, proses pemadaman masih terus dilakukan oleh petugas.
“Untuk situasi terkini, proses pemadaman masih berlangsung. Sejauh ini penanganan sudah berjalan selama dua jam,” ujar Amirudin, saat dikonfirmasi di lokasi.
Amirudin menjelaskan, api pertama kali muncul dari ruang penyimpanan baling-baling kipas yang berada di lantai dua gedung. Banyaknya material yang mudah terbakar membuat api dengan cepat membesar dan merambat ke bagian bangunan lainnya.
Meski begitu, pihaknya belum dapat memastikan penyebab awal kebakaran tersebut. Ia juga memastikan, area yang terdampak kebakaran masih berada dalam lingkungan perusahaan PT Desen Nusantara Anugerah.
Dalam penanganan kebakaran ini, BPBD Kabupaten Tangerang mengerahkan sebanyak 50 personel dengan dukungan delapan unit armada pemadam kebakaran. Namun, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala di lapangan.
Amirudin menyebut, minimnya sumber air serta embusan angin yang cukup kencang menjadi tantangan bagi petugas untuk mengendalikan kobaran api. Kondisi tersebut membuat upaya pemadaman harus dilakukan secara maksimal.
“Untuk kesulitan kita dalam penanganan, jauh dari sumber air dan tiupan angin yang begitu kencang,” ungkapnya.
Terkait kemungkinan adanya korban, Amirudin menegaskan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan adanya korban jiwa maupun luka-luka. Sementara itu, proses pemadaman masih terus berlangsung untuk mengendalikan api agar tidak semakin meluas.









