ACEH UTARA, LENSABANTEN.CO.ID — Pasca banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Utara, relawan Palang Merah Indonesia (PMI) bergerak cepat melakukan pengurasan dan pembersihan sumur warga yang terdampak. Upaya ini dilakukan untuk memulihkan akses air bersih serta mencegah munculnya penyakit akibat tercemarnya sumber air oleh lumpur dan sampah sisa banjir.
Puluhan sumur milik warga di desa langkahan terpaksa tidak dapat digunakan karena terendam air bercampur lumpur, limbah, dan material lainnya. Kondisi tersebut memaksa warga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari, terutama untuk minum, memasak, dan menjaga kebersihan. Langkahan, Senin, 26 Januari 2026.
Achmad Yani Kepala Divisi Penanggulangan Bencana PMI Aceh Utara mengatakan dengan perlengkapan pompa air, alat pelindung diri, dan peralatan pembersih melakukan pengurasan air kotor dari dalam sumur, dilanjutkan dengan pembersihan dinding sumur serta penyemprotan disinfektan.
Kegiatan ini dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan sumur-sumur yang digunakan bersama oleh banyak kepala keluarga.
“Ketersediaan air bersih sangat krusial setelah banjir. Pengurasan sumur ini menjadi langkah penting agar warga bisa kembali menggunakan air dengan aman dan terhindar dari risiko penyakit,” ujar Yani.
Kehadiran relawan PMI membawa harapan di tengah keterbatasan pascabanjir. Selama beberapa hari, mereka terpaksa mengandalkan bantuan air bersih dari PMI. Dengan sumur yang kembali bersih, aktivitas warga perlahan mulai kembali normal.
Nur Ainun warga desa Matang Ketapang mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan tersebut.
“Sumur kami tidak bisa dipakai sejak banjir. Airnya keruh dan berbau. Setelah dibersihkan relawan PMI, kami sangat terbantu dan tidak lagi khawatir soal air bersih,” tuturnya.
Selain pengurasan sumur, PMI juga terus melakukan pemantauan kondisi lingkungan, memberikan edukasi kebersihan kepada warga, serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mendukung pemulihan pascabanjir di Aceh Utara.
PMI menegaskan komitmennya untuk terus hadir mendampingi masyarakat terdampak bencana, tidak hanya pada saat tanggap darurat, tetapi juga hingga fase pemulihan demi membantu warga bangkit dan kembali menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih aman dan sehat.









