Pembentukan Kelompok Swabantu bagi Penyandang Disabilitas Psikososial di Kelurahan Karawaci Baru

Pembentukan Kelompok Swabantu bagi Penyandang Disabilitas Psikososial di Kelurahan Karawaci Baru
Yayasan Difabel Mandiri Indonesia (YDMI) membentuk kelompok Swabantu atau Self Help Group (SHG) bagi penyandang disabilitas psikososial dan ragam disabilitas lainnya.

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Yayasan Difabel Mandiri Indonesia (YDMI) membentuk kelompok Swabantu atau Self Help Group (SHG) bagi penyandang disabilitas psikososial dan ragam disabilitas lainnya.

Kegiatan ini digelar di kantor sekretariat RW 007, Jalan Raya Karang. Kel. Karawaci Baru Kec. Karawaci. dengan berkolaborasi dengan Pusat Rehabilitasi Yakkum (PRY) dan Yayasan Difabel Mandiri Indonesia (YDMI) bersama pemerintah kelurahan Karawaci Baru dan kecamatan Karawaci.

Bacaan Lainnya

Mohamad Syakur sebagai programe Manager Dignity Inklusi YDMI menuturkan, Kelompok Self Help Group (SHG) atau Kelompok Swabantu merupakan bagian dari strategi pendekatan sekaligus program penanganan, pelayanan dan pemberdayaan terhadap ODDP melalui Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM).

“Adapun Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM) adalah pendekatan inovatif dalam rehabilitasi yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat untuk membantu individu dengan disabilitas mencapai potensi penuh mereka,”ujarnya dalam siaran tertulis, Jumat 19 April 2024.

Berbeda dengan model tradisional yang berpusat pada institusi, RBM menekankan pada integrasi dan partisipasi aktif masyarakat dalam proses pemulihan. Dengan kata lain, RBM untuk disabilitas psikososial adalah pendekatan “dari, oleh, dan untuk masyarakat” oleh karena itu dukungan dari berbagai stakeholder sangat diperlukan sepert dukungan dari Pemerintah Kota, Kecamatan, Kelurahan, Pelaku Usaha, dan Masyarakat.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 18 April 2024 ini juga sekaligus pemberian nama kelompok dan membentuk pengurus kelompok SHG.

“Kelompok SHG ini diberinama Kelompok SHG Cendrawasih dan diketuai oleh saudara Niko. Pengurus kelompok SHG Cendrawasih ini tidak hanya diisi oleh penyandang disabilitas saja, akan tetapi juga masyarakat non disabilitas,”imbuhnya,

Harapan dari terbentuknya kelompok SHG ini adalah:

1. Sebagai wadah untuk berbagi cerita, Problem Solving, dan Pengembangan potensi yang dimiliki penyandang disabilitas.
2. Sebagai wadah untuk berekspresi dan mengemukakan pendapat dalam pemenuhan hak-hak dasar dan terpenuhinya akomodasi yang layak bagi penyandang disabilitas.
3. Meningkatnya partisipasi aktif dan bermakna penyandang disabilitas di semua kegiatan kemasyarakatan.
4. Mengubah stigma buruk menjadi stigma baik bagi penyandang disabilitas.

Semoga Kota Tangerang dapat memberikan dan meningkatkan pelayanan dan menciptakan pembangunan sosial yang inklusi bagi penyandangan disabilitas di Kota Tangerang.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.