KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Hotel Mercure Tangerang Centre menggelar peragaan busana batik karya pelaku usaha kecil menengah (UKM) Kota Tangerang. Kegiatan ini dirangkai dengan pameran produk dan pakaian serta hari batik nasional yang berlangsung pada 28-29 Oktober 2026.
Peragaan busana tersebut menampilkan 16 busana dari lima brand asal Kota Tangerang. Selain busana batik, para pelaku usaha juga memamerkan produk tas dan tumbler dengan desain unik.
General Manager Mercure Tangerang Centre, Fika Koyong, mengatakan bahwa momentum Hari Batik Nasional pada 2 Oktober lalu menjadi pengingat peran hotel dalam mengenalkan budaya Indonesia.
“Momen Hari Batik 2 Oktober kemarin kami rasa sebagai hotel mempunyai peran penting untuk memperkenalkan budaya kita. Terlebih kita di Kota Tangerang, tanggung jawab kami karena bergerak di dunia hospitality dan industri, juga memperkenalkan produk lokal yang ada di sini,” ujar Fika ditemui usai acara, Kamis 29 Oktober 2026.
Menurutnya, langkah ini merupakan bagian penting dari upaya memperkenalkan produk kebanggaan Tangerang. Ia berharap acara ini dapat membangun koneksi sekaligus menjadi wadah kolaborasi untuk memperkenalkan produk UMKM Kota Tangerang.

Selain peragaan busana, hotel juga menampilkan beragam produk UKM Tangerang, mulai dari dompet, tas, hingga baju batik. Fika menyebut, program display produk UMKM di hotel tersebut sebenarnya telah berjalan selama tiga tahun.
Malaika Creatio Usung Tema “The Sentinel”
Salah satu brand yang tampil, Malaika Creatio, membawa tiga jenis pakaian, serta produk tumbler dan tas anyaman pandan.
Pemilik brand, Malaika, menjelaskan koleksinya mengusung dua tema.
Tema pertama, The Sentinel (Sang Penjaga Bumi), merupakan hasil kolaborasi dengan Vakents Craft dan Batik Umi Aiman. Koleksi ini memadukan keindahan anyaman pandan dengan denim jeans. Tas dan tumbler dirancang senada dengan busananya, dengan garis asimetris yang menjadi ciri khasnya.
“Tema ini bermakna menjaga bumi dari pudarnya budaya dan adat istiadat,” jelas Malaika.

Tema kedua, kata Malaika, baju masih mengusung konsep asimetris. Koleksi ini menghadirkan gaya kebebasan berekspresi khas kawula muda.
Malaika berharap peragaan busana ini membuka peluang yang lebih luas bagi pelaku UMKM. Untuk jangka pendek, ia menargetkan kemitraan dengan UMKM Tangerang Raya agar produk mereka dapat masuk ke jaringan perhotelan di wilayah Tangerang Raya.
“Dalam jangka panjang, target yang ingin dicapai diantaranya menjalin kemitraan dengan hotel-hotel di luar Tangerang Raya serta menjadikan peragaan busana ini sebagai portofolio untuk mengikuti pameran di luar negeri.”









