KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Salah seorang atlet sepak bola putri yang mewakili Indonesia dalam ajang Gothia Cup asal SD Negeri Gebang Raya 1, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, A. Nina Althafunisa sudah tiba di tanah air. Pada Rabu 23 Juli 2025 pagi kehadirannya disambut meriah di sekolahnya yang juga bertepatan dengan perayaan Hari Anak Nasional.
Mulai dari teman, guru, dan pegawai semua nampak gembira menyambut Nina. Rangkaian penyambutannya pun terbilang istimewa. Sebab seluruh guru dan pegawai sekolah berbaris di lapangan sekolah dan dikelilingi oleh seluruh siswa. “Kita sambut sama-sama ya, inilah dia Kak Nina,” ujar salah seorang guru yang menjadi pembawa acara.
Begitu muncul dari ruang guru Nina langsung mendapat tepuk tangan meriah. Nina berjalan menuju lokasi acara sembari melambaikan tangan. Kehadiran Nina pun langsung disambut pelukan hangat dari Kepala SDN Gebang Raya 1 Periuk, Hj Suryati sembari memberikan seikat buket bunga. Buket bunga yang diberikan bukanlah sembarangan, melainkan berisi uang.
Selain memeluk kepala sekolah, Nina juga menghampiri satu per satu guru yang berbaris sembari mencium tangan para gurunya sebagai tanda hormat. Dalam kesempatan itu, Nina diminta untuk memberi motivasi bagi adik-adik kelasnya agar bisa berprestasi seperti dirinya. “Ya intinya rajin berlatih, semangat dan disiplin,” ujar siswa yang mulai beranjak remaja itu.
Kepada awak media, Nina juga tidak menyangka bakal bisa berpretasi hingga di kancah internasional, apalagi membawa nama bangsa Indonesia. “Di sana (Swedia) saya bertanding sepakbola melawan Swedia sama Inggris,” ujar Nina singkat ditemui usai acara. Melawan Swedia kata Nina, timnya mengantongi hasil 1-1, namun melawan Inggris, Indonesia harus mengakui keunggulan negara Eropa itu 3-0.
Meski belum memperoleh kemenangan dalam dua pertandingan itu, Nina mengaku senang bisa mendapatkan pelajaran dan pengalaman. Terlebih melawan Inggris yang notabene sebagai negara asal Sepakbola. “Inggris kontrol bola dan disiplinnya bagus,” jelasnya.
Disinggung soal persiapan sebelum ke Swedia, Nina mengaku harus melakukan pelatihan yang cukup intens selain melakukan pertandingan persahabatan. “Termasuk ketika dilatih Pak Akbar (guru olaraganya-red), sebab dilatih secara tegas, ketat dan disiplin,” jelasnya. Selain itu dalam satu kali latihan, dirinya sampai menghabiskan waktu hingga 3 jam dan dua kali seminggu.
Ke depan Nina berharap bisa bergabung dengan salah satu klub sehingga apa yang sudah diraihnya minimal bisa dipertahankan. “Ke depan pengin gabung klub mana gitu,” harap remaja yang mempunyai hobi jalan-jalan ini.
Guru bidang olahraga sekaligus pelatih Nina, Sofyan Akbar mengharapkan agar Nina tetap bisa mempertahankan prestasi yang telah diraihnya. Terlebih lagi kini Nina baru duduk di bangku SMP. “Semoga Nina nanti ke depan di sekolahnya yang baru bisa terus berlatih, karena bagaimana pun prestasi seperti yang dicapai Nina nggak semua murid bisa,”tegasnya.
Selain itu, kini diirinya juga tengah mempersiapkan pengganti-pengganti dari Nina setelah muridnya andalannya itu harus melanjutkan ke jenjang SMP. “Saya sudah siapin penggantinya, mudah-mudahan dan harus lebih baik lagi,” jelasnya.
Sementara Kepala SDN Gebang Raya 1 Kota Tangerang Hj Suryati mengaku telah berkomunikasi dengan sekolah SMP tempat Nina kini menimba ilmu. “Saya sudah berkoordinasi dengan Kepala SMP Negeri 27 Kota Tangerang agar Nina dibina dan didukung dalam meraih prestasinya, apalagi di sini (SDN Gebang Raya 1) dia satu-satunya yang bisa seperti itu,” jelasnya.
Sebab selama Nina duduk di bangku SD, dirinya selalu mendukung secara penuh atau all out agar anak didiknya berprestasi. “Termasuk support secara pribadi kita bantu agar murid kita bisa berprestasi,” ujarnya.









