Polres Bandara Soekarno-Hatta Ungkap Jaringan Narkotika Internasional, Sita 8.500 Cartridge Vape Mengandung Etomided

TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Kepolisian Resor Bandara Soekarno-Hatta berhasil mengungkap jaringan narkotika internasional dengan menyita 8.500 cartridge vape mengandung zat berbahaya Etomided. Kasus ini disebut sebagai pengungkapan terbesar sepanjang sejarah Polres Bandara.

Kapolres Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Pol Ronald Sipayung, menjelaskan pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat pada pertengahan Oktober 2025. Dalam waktu dua minggu, polisi berhasil menangkap empat tersangka, yakni AS (WNI), KH (WNA), CW, dan SY.

Bacaan Lainnya

“Rilis hari ini adalah pengungkapan terbanyak dan terbesar yang pernah dilakukan oleh Polres Bandara, dengan barang bukti sebanyak 8.500 cartridge vape mengandung Etomided,” ujar Kombes Pol Ronald saat konferensi pers di Polres Bandara Soekarno-Hatta, pada Rabu, 12 November 2025.

Barang bukti yang diamankan dari tersangka AS sebanyak 960 buah cartridge, tersangka KH, 5000 cartridge, tersangka CW, 2535 cartridge, tersangka SY, 5 cartridge. Total Keseluruhan 8500 cartridge diduga berisi cairan etomidate.

Menurutnya, seluruh barang bukti tersebut berasal dari satu orang berinisial B yang merupakan warga negara asing. Polisi kini tengah berkoordinasi lintas negara untuk menuntaskan kasus tersebut.

“Barang-barang ini ternyata berasal dari satu orang, inisial B, warga negara asing. Kami akan terus berkomunikasi dan berkoordinasi agar kasus ini bisa tuntas,” jelasnya.

Polres Bandara Soekarno-Hatta Ungkap Jaringan Narkotika Internasional, Sita 8.500 Cartridge Vape Mengandung Etomided

Ronald menuturkan, jaringan ini melibatkan pelaku dari tiga negara, termasuk Indonesia. Polres Bandara Soekarno-Hatta berkomitmen menjaga keamanan dan mencegah masuknya barang berbahaya melalui jalur udara.

“Kami sebagai penjaga gerbang Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta berkomitmen melakukan pencegahan, penangkapan, dan penegakan hukum terhadap upaya penyelundupan barang ilegal,” tegasnya.

Ia menambahkan, peredaran barang haram tersebut sebagian besar ditujukan untuk wilayah Jakarta Raya. Beberapa lokasi penangkapan berada di Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Tangerang.

“Sebagian besar diedarkan di Jakarta Raya. Konsumennya paling besar ada di wilayah Jakarta,” ujarnya.

Terkait motif pelaku, Ronald menyebut alasan ekonomi menjadi pendorong utama. Para tersangka menerima upah mulai dari Rp500.000 hingga Rp50 juta, tergantung peran dan jumlah barang yang disebar.

“Motif utamanya ekonomi. Yang kurir mendapat Rp500 ribu sekali antar, sementara yang dari Malaysia bisa sampai Rp20 juta–Rp50 juta,” katanya.

Baca juga :Pelayanan Pagi Restro Tangerang Kota Polisi Lakukan Pengaturan Lalu Lintas di Jalan-jalan Padat

Polisi menemukan bahwa komunikasi para pelaku dilakukan menggunakan aplikasi media sosial yang sangat tertutup. Grup tersebut dibuat untuk menyamarkan jaringan dan mencegah anggotanya saling mengenal.

“Komunikasi mereka menggunakan aplikasi tertutup dan sangat selektif. Mereka baru saling mengenal setelah ditangkap,” jelas Ronald.

Tersangka utama berinisial B diketahui berasal dari Malaysia berdasarkan pengakuan para tersangka. Polisi akan terus mendalami dan memverifikasi keterlibatan pelaku tersebut.

“B ini warga negara Malaysia, sesuai pengakuan tersangka lain. Namun akan terus kami dalami dan verifikasi,” ujarnya.

Ronald mengimbau masyarakat untuk menjauhi zat berbahaya seperti Etomided. Ia menegaskan konsumsi barang semacam ini merupakan bentuk “investasi penyakit”.

“Barang ini investasi penyakit. Kalau mau sehat, jangan konsumsi barang-barang seperti ini,” tegasnya.

Empat tersangka dijerat dengan Undang-Undang Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023. Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda hingga Rp5 miliar menanti para pelaku.

Kasus ini menjadi bukti komitmen Polres Bandara Soekarno-Hatta dalam menjaga pintu gerbang Indonesia dari ancaman peredaran narkotika lintas negara. Polisi berjanji akan terus memburu pelaku utama dan menuntaskan jaringan internasional ini hingga tuntas.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.