KOTA TANGERANG, LENSABANTEN. CO. ID– Sayuti (62), salah seorang warga Kota Tangerang, sehari–hari menjalani aktivitasnya dengan kesederhanaan. Meski sudah tidak bekerja seperti di saat muda, beliau menemukan kebahagiaan saat mengurus ternak bebek di kandang kecil miliknya.
Setiap pagi, Sayuti bangun lebih awal untuk memberi makan dan membersihkan kandang, sambil menikmati keindahan alam di sekelilingnya.
Namun, kebahagiaan Sayuti harus sirna begitu saja. Empat bulan lalu, dirinya mengalami serangan jantung mendadak.
“Selama ini saya tidak pernah ada riwayat atau keturunan sakit jantung, bahkan sebelumnya tidak pernah ada gejala apapun. Tetapi kemarin, tiba-tiba saya merasakan sakit dibagian dada sebelah kiri. Sakitnya menjalar ke belakang hingga leher, tangan kiri pun susah untuk digerakkan. Dikarenakan kondisi sangat mendesak, akhirnya langsung dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Annisa Tangerang. Saya tidak menyangka kalau itu serangan jantung dan harus menjalani pengobatan rutin,” jelas Sayuti pada SeninSenin, 21 Oktober 2024.
Kejadian yang Sayuti alami membuat keluarganya panik dan takut.
Penyakit jantung merupakan penyakit yang tidak hanya membahayakan nyawa, tetapi juga menguras biaya.
Beberapa studi mengatakan bahwa “penyakit jantung adalah penyakit yang mahal”. Terlebih untuk pemasangan ring jantung atau stent, yang biasanya ditempuh untuk mengatasi penyumbatan pembuluh darah di jantung pasien.
Tetapi, berkat kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Sayuti bisa mendapatkan perawatan yang ia butuhkan tanpa harus khawatir akan biaya pengobatan.
Dengan antusias, Sayuti menceritakan kisahnya.
“Saya tahu banyak orang yang terpaksa berhutang hanya untuk biaya berobat. Namun dengan adanya JKN, saya merasa lebih tenang. Saya di rawat inap selama 5 hari. Alhamdulillah, Program JKN bukan sekedar meringankan tetapi sangat membantu saya dan keluarga. Kami sangat berterima kasih, terlebih ditengah kondisi seperti sekarang ini. Manfaat Program JKN sangat terasa bagi kami sekeluarga. Kalau dihitung biayanya, pasti sangat mahal. Iuran JKN yang dibayarkan selama ini, pasti tidak bisa menutup biaya pengobatan tersebut. Apalagi sekarang saya harus rutin menjalani pengobatan,” ungkap Pak Sayuti dengan penuh rasa syukur.
Saat Sayuti dibawa ke IGD Rumah Sakit Annisa, dokter segera menangani kondisinya dengan cepat dan profesional. Momen itu menjadi pengalaman yang sangat berharga baginya, sekaligus menggambarkan betapa pentingnya memiliki jaminan kesehatan.
Sebelum kejadian itu, Pak Sayuti memang sudah mendengar tentang JKN, tetapi baru kali ini dirinya merasakannya secara langsung. Ia meyadari betapa mahalnya biaya perawatan kesehatan, apabila tidak ada Program JKN.
“Waktu saya dibawa ke IGD, dokternya langsung siap siaga untuk menangani saya. Apalagi saat itu merupakan masa-masa kritis kondisi saya. Saya dan keluarga tentunya sangat puas dengan pelayanan yang tidak dibeda-bedakan seperti ini. Kemarin juga keluarga yang bantu ngurusin, mereka semua khawatir dengan kondisi saya. Tapi melihat semua petugas medis yang cekatan serta mendengar penjelasan dokter yang informatif membuat rasa takut dan gundah menjadi hilang,” kenang Pak Sayuti.
Sayuti memiliki tiga orang anak. Ketiga anaknya telah bekerja dan memiliki keluarga masing-masing.
Sebagai orang tua, Sayuti tentu tidak ingin merepotkan ketiga anaknya dengan biaya pengobatan yang ia butuhkan.
Dirinya bersyukur karena telah menjadi peserta JKN, Program JKN dapat diandalkan untuk menangani kondisinya saat ini.
Ia percaya, dengan adanya JKN, beban finansial untuk perawatan kesehatan dapat berkurang, sehingga keluarga dapat fokus pada hal-hal yang lebih penting, seperti menjaga kesehatan dan kebahagiaan satu sama lain.
Dalam ceritanya, Sayuti juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah dan BPJS Kesehatan yang telah menyelenggarakan program JKN.
Ia merasa bahwa program ini sangat membantu masyarakat, terutama bagi mereka yang tidak memiliki kemampuan finansial yang cukup untuk membayar biaya pengobatan.
Pak Sayuti pun mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan. Ia percaya, kesehatan adalah aset terpenting dalam hidup.
Dengan adanya jaminan kesehatan seperti Program JKN, masyarakat tidak perlu takut untuk memeriksakan kesehatan mereka.
“Saya sangat beruntung, Program JKN dapat membantu jantung saya untuk terus berdetak. Saya sudah merasakan manfaatnya, untuk masyarakat yang belum terdaftar, segeralah mendaftar, jangan tunggu sampai sakit. Saya harap program JKN dapat terus berlanjut dan lebih banyak lagi orang yang bisa merasakan manfaatnya. Kesehatan merupakan harta yang tak ternilai, dan dengan dukungan dari pemerintah serta program JKN, masyarakat dapat meraih harapan akan kehidupan yang lebih baik dan sehat,” ucapnya penuh harap.
Kehidupan Pak Sayuti sehari-hari mungkin terlihat sederhana, namun penuh makna.
Melalui kisah Bapak Sayuti, kita dapat belajar tentang pentingnya sistem kesehatan yang terjangkau dan bagaimana hal tersebut dapat membantu masyarakat dalam menghadapi tantangan kesehatan.
Semoga hal ini dapat menjadi motivasi bagi kita semua untuk lebih memperhatikan kesehatan dan memanfaatkan program-program yang ada untuk kesejahteraan bersama.









