Program JKN Berikan Semangat Mulyanah untuk Terus Berjuang

TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID-– Divonis gagal ginjal sejak bulan agustus silam menjadi ujian terberat bagi Mulyanah (42) dan keluarga hingga saat ini.

Sejak empat bulan lalu dirinya tidak bisa lepas dari bayang-bayang rumah sakit. Setiap minggu, ia harus bertemu jarum dan selang darah demi menstabilkan fungsi ginjalnya.

Bacaan Lainnya

Meskipun begitu, ia tak lantas patah arang untuk melanjutkan hari-harinya sebagai seorang ibu untuk keluarganya. Saat ditemui oleh tim Jamkesnews, terlihat Mulyanah sedang menjalani cuci darah yang rutin ia lakukan.

“Sudah puluhan kali kalau dihitung sejak empat bulan lalu. Sempat beberapa kali drop sampai dirawat inap, tapi kemudian pulih. Awalnya hari-hari saya terasa sangat berat memikirkan kondisi tubuh saya, belum lagi biaya berobat yang terbilang cukup besar. Tapi, karena ada suami dan anak-anak, saya kembali kuat untuk menjalani pengobatan. Saya terus berdoa untuk kebaikan saya dan keluarga. Saya selalu yakin semua ujian ini pasti ada hikmahnya,” tutur Mulyanah, pada KamisKamis,  28 November 2024.

Beruntunglah sebab Mulyanah dan keluarga telah terdaftar menjadi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan.

Mulyanah tidak lagi membebani keluarganya dengan biaya perawatan cuci darah yang dilakukan seminggu dua kali. Sebab semua biaya cuci darah sudah ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Mulyanah mengakui Program JKN membuat dirinya mendapatkan harapan dan semangat untuk kembali produktif. Ia merasa mendapat banyak dukungan dan semangat untuk terus berjuang dan tetap sehat dari peserta JKN di seluruh Indonesia.

“Dukungan itu saya dapatkan lewat program JKN. Peserta JKN bergotong royong melalui iuran yang dibayarkannya untuk membantu saya dan rekan-rekan yang juga berjuang di ruangan Hemodialisa (HD) ini dan di rumah sakit lain pada umumnya. Dukungan ini sangat membantu kami dari segi pendanaan. Rasanya saya tidak bisa membayangkan jika harus menanggung seluruh biaya pengobatan ini secara pribadi yang pasti akan menyulitkan keluarga saya,” katanya.

Lebih lanjut, Mulyanah mengaku puas dengan segala tindakan yang diberikan kepadanya. Ia menilai petugas rumah sakit begitu cermat dengan perkembangan kesehatannya.  Suasana ketika menjalani perawatan cuci darah di rumah sakit juga sangat bersahabat, karena dirinya dilayani dengan sangat ramah oleh seluruh petugas.

Selama menjalani pengobatan, tak sekalipun ia merasakan tindakan diskriminasi. Merasa dirinya beruntung, Mulyanah berharap agar keberlangsungan program JKN bisa terus terjaga. Tak hanya dirinya, ia juga telah menyaksikan jika banyak pasien yang tertolong lewat program dari BPJS Kesehatan ini.

“Yang pasti saya bersyukur ada BPJS Kesehatan. Programnya membantu sekali. Saya bisa cuci darah dengan tenang. Tidak ada pelayanan yang sulit dari awal hingga sekarang. Bahkan jadwal untuk cuci darahnya sudah sangat teratur. Selama menjalani perawatan, tidak pernah sekalipun saya harus membayar, semuanya gratis. Program JKN ini harus terus ada karena memang manfaatnya yang luar biasa. Apalagi biaya cuci darah yang tergolong mahal bisa lebih ringan karena ada BPJS Kesehatan,” pungkas Mulyanah.

Dalam perjalannya, kondisi Mulyanah semakin membaik. Meskipun ia sadar tak akan bisa lepas dari layanan cuci darah, setidaknya masih ada percikan semangat yang membuat dirinya lega.

Ia bersyukur adanya program JKN saat bisa memperpanjang nafasnya hingga kini. Di akhir perbincangan, ia selalu berharap dan terus mendoakan agar segala kebaikan dan rezeki akan Tuhan berikan kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia, Pemerintah, penyedia layanan kesehatan, BPJS Kesehatan, dan seluruh stakeholder yang turut mendukung kesuksesan jalannya program JKN ini.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.