KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Menjelang libur Idul Fitri 1447 Hijriah, warga Kota Tangerang yang hendak mudik diminta memastikan rumah dalam kondisi aman sebelum ditinggalkan. Imbauan ini disampaikan pemerintah guna mencegah potensi kebakaran maupun tindak pencurian saat rumah kosong.
Kepala BPBD Kota Tangerang Mahdiar mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif, termasuk menyebarluaskan imbauan melalui surat resmi dan media sosial.
“Menjelang libur Lebaran ini kami sudah mempersiapkan imbauan-imbauan, baik secara tertulis maupun melalui media sosial. Ini ditujukan bagi warga yang mudik agar bisa mengantisipasi sejak awal,” ujar Mahdiar, baru-baru ini.
Ia menekankan pentingnya persiapan sederhana namun krusial. Warga diminta menitipkan rumah kepada tetangga terdekat atau pengurus lingkungan setempat. Selain itu, instalasi listrik harus dipastikan aman dengan mematikan aliran yang tidak diperlukan.
“Pastikan saluran listrik diamankan dan hanya menghidupkan yang benar-benar perlu. Kalau memungkinkan, bisa juga dititipkan ke tetangga untuk membantu menyalakan atau mematikan lampu seperlunya selama ditinggal,” katanya.
Tak hanya rumah tinggal, imbauan juga ditujukan kepada pelaku usaha, baik skala kecil maupun besar. Menurut Mahdiar, sejumlah perusahaan tetap beroperasi selama libur, sementara sebagian lainnya mengurangi kapasitas produksi. Karena itu, aspek keselamatan tetap harus menjadi perhatian utama.
“Kami akan menyampaikan nomor hotline dan memastikan petugas BPBD tetap siaga. Selama liburan tidak ada yang kosong, setiap hari ada petugas piket,” ujarnya.
Waspadai Korsleting Listrik
Terkait pencegahan kebakaran, Mahdiar mengingatkan agar warga mematikan peralatan listrik yang tidak digunakan sebelum bepergian. Instalasi dapur juga perlu diperiksa secara menyeluruh.
“Yang paling penting, matikan listrik yang tidak perlu. Di dapur, pastikan kompor dalam kondisi mati dan sebisa mungkin putuskan hubungan antara tabung gas dengan kompor,” katanya.
Berdasarkan catatan BPBD, penyebab kebakaran di Kota Tangerang selama setahun terakhir didominasi oleh korsleting listrik. Selain itu, kebakaran juga kerap terjadi di lapak-lapak usaha.








