KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Aktivis sosial, Saepul Basri, mendorong DPRD Kota Tangerang untuk mengusulkan tiga nama Penjabat (PJ) Wali Kota Tangerang dari kalangan pejabat lokal yang memahami budaya dan kultur masyarakat Kota Tangerang.
Saepul Basri percaya bahwa pejabat lokal lebih dapat mengerti masyarakat setempat dan melanjutkan pembangunan yang sudah dilakukan oleh pemimpin sebelumnya.
Dia juga mengingatkan bahwa sosok PJ Walikota Tangerang seharusnya bukan orang yang ditunjuk oleh pemerintah pusat, melainkan dari kalangan daerah yang lebih memahami kondisi lokal.
“Kita tidak ingin seperti Kabupaten Tangerang, tiba-tiba muncul yang dipilih seorang penjabat namanya asing ditelinga., Kita tidak mau terjadi di Kota Tangerang. Ini kan jadi tidak wajar kalau yang muncul nanti Pj Walikota adalah orang pusat,” ujarnya, Selasa 3 Oktober 2023.
Permendagri Nomor 4 Tahun 2023 memberikan ruang lebih besar bagi pejabat lokal dalam posisi PJ Walikota, dengan memberikan komposisi usulan calon PJ Walikota dari daerah yang lebih dominan.
Saepul Basri khawatir bahwa jika PJ Walikota berasal dari luar daerah, mereka mungkin tidak akan memahami kultur dan kebutuhan masyarakat Kota Tangerang dengan baik. Oleh karena itu, dia mendorong agar DPRD Kota Tangerang dan Gubernur Banten bersuara agar PJ Walikota Tangerang berasal dari kalangan lokal.
Maka kita tekankan DPRD Kota Tangerang dan Gubenur Banten harus bersuara nyaring agar PJ Walikota Tangerang berasal dari lokal. Jangan diam dan pasrah saja,”tegasnya.
Saepul Basri juga mengkhawatirkan bahwa jika PJ Walikota Tangerang berasal dari luar, mereka dapat menggunakan kewenangan mereka untuk tujuan politik praktis, terutama menjelang Pemilu yang akan datang. Dia menekankan pentingnya memilih PJ Walikota yang memahami kebutuhan dan prioritas pembangunan masyarakat Kota Tangerang.










