PANDEGLANG, LENSABANTEN.CO.ID – Penjabat Gubernur Banten, Al Muktabar, menyambut gembira penetapan Geopark Nasional Ujung Kulon dengan kesiapan memperkuat infrastruktur.
“Penetapan Geopark Nasional diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi di kawasan Geopark Nasional Ujung Kulon,” ujarnya dalam kunjungannya ke Sentra Ekonomi Kreatif Batik Kampung Cikadu Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang pada Sabtu 25 November 2023 kemarin.
Al Muktabar optimis bahwa status Geopark Nasional Ujung Kulon akan memberikan dorongan signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Ujung Kulon sudah menjadi destinasi yang terkenal di dunia,” ujarnya.
Salah satu dampak positif penetapan Geopark Nasional Ujung Kulon yang diungkapkan Al Muktabar adalah peningkatan sektor pariwisata. Untuk mendukung hal ini, pihaknya berencana bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Pandeglang untuk meningkatkan berbagai fasilitas.
Al Muktabar juga menegaskan rencananya untuk merehabilitasi ruas jalan Sumur hingga Taman Jaya sepanjang 24 km pada tahun 2024. Jalan ini, yang merupakan kewenangan Provinsi Banten, dianggap krusial untuk mendukung perkembangan pariwisata di Ujung Kulon.
Selain infrastruktur, Al Muktabar berkomitmen untuk mengembangkan sentra-sentra ekonomi kreatif, khususnya dalam pengembangan ekonomi kreatif batik di Cikadu. Langkah ini sejalan dengan upaya Bupati Pandeglang, Irna Narulita, yang telah berhasil mempatenkan 14 motif batik khas Pandeglang.
Tidak hanya itu, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Banten, Tine Al Muktabar, menjanjikan pembinaan kepada pelaku seni kreatif dan kerajinan di Kawasan Geopark Nasional Ujung Kulon.
“Masyarakat di sini sudah memiliki kesadaran untuk meningkatkan kreativitasnya, kita perlu memberikan sentuhan pelatihan,” katanya.
Sebagai informasi tambahan, pada 10 November 2023, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI Arifin Tasrif secara resmi menetapkan Taman Bumi (Geopark) Nasional Ujung Kulon. Dalam Surat Keputusan Nomor 393.K/GL.01/MEM.G/2023, disebutkan bahwa Geopark Ujung Kulon memenuhi syarat administratif dan teknis sebagai taman bumi, mencakup 14 situs warisan geologi, enam situs keanekaragaman hayati, dan dua situs keragaman budaya.
Dengan luas kawasan 1.245,66 km persegi, Geopark ini mengambil tema besar jejak tsunami Krakatau dan mencakup delapan kecamatan di Kabupaten Pandeglang, serta beberapa pulau kecil di sekitarnya yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK).








