Tanwir XXXIV IMM di Banten, Aries Marsudiyanto Ajak Mahasiswa Kedepankan Intelektual dan Kolaborasi

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) resmi menggelar Tanwir XXXIV di Grand El Hajj, Cipondoh, Kota Tangerang, pada Rabu, 2 September 2026. Forum permusyawaratan tertinggi kedua di bawah Muktamar ini mengusung tema “Penguatan Karakter Bangsa dan Etika Digital Generasi Muda” dengan semangat “Merawat Solidaritas, Menjaga Indonesia.”

Matangkan Persiapan Muktamar
Agenda pra-muktamar ini dihadiri oleh jajaran Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IMM dari 35 provinsi se-Indonesia yang memiliki hak suara dan hak bicara.

Bacaan Lainnya

Sejumlah tokoh nasional dan daerah turut hadir dalam pembukaan acara, mulai dari Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aries Marsudiyanto, Wakil Menteri Umrah dan Haji, perwakilan Pertamina Geothermal, hingga Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Banten.

Ketua Umum DPP IMM, Riyan Betra Delza, menjelaskan bahwa Tanwir menjadi ruang strategis untuk merumuskan agenda vital organisasi menuju Muktamar akhir tahun mendatang.

“Tanwir ini kegiatannya berupa pemantapan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga, pengusulan serta penetapan calon ketua umum dan calon formatur yang nanti disahkan di forum muktamar,” ujar Riyan saat dikonfirmasi Lensa Banten.

Menjaring Calon Tuan Rumah dan Dorong Rekonsiliasi

Selain perumusan aturan internal, 35 DPD IMM se-Indonesia juga menyampaikan usulan syarat dan prasyarat calon tuan rumah Muktamar. Seluruh usulan tersebut akan disahkan melalui sidang pleno DPP IMM.

Melalui forum ini, Riyan menegaskan komitmen IMM untuk hadir membawa dampak positif bagi persatuan nasional. Menurutnya, pemuda harus berdiri paling depan dalam menjaga kondusivitas bangsa.

“IMM ingin menjadi katalisator utama dalam rekonsiliasi pemuda di seluruh Indonesia. IMM hadir sebagai teladan bagi pemuda Indonesia untuk menggalang persatuan dan kesatuan nasional,” tegasnya.

Dorong Budaya Intelektual dan Kolaborasi

Sementara itu, Kepala Bappisus Aries Marsudiyanto dalam Orasi Kebangsaan memberikan apresiasi atas jalannya permusyawaratan kader-kader mahasiswa Muhammadiyah. Ia berpesan agar mahasiswa senantiasa menyelesaikan setiap tantangan organisasi dan kebangsaan menggunakan pendekatan rasional.

“Kita sangat bangga kepada para mahasiswa yang selalu mengedepankan akademisi dan intelektual. Ini sangat mengilhami untuk seluruh anak muda di Indonesia; jangan mengedepankan emosi,” tutur Aries, saat sesi doorstop dengan awak media.

Aries menambahkan, iklim organisasi kemahasiswaan harus menjadi wadah pembinaan karakter yang sehat melalui penguatan komunikasi dan kolaborasi lintas sektor.

“Semuanya bisa ditampung di dalam wadah organisasi dengan komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi dengan berbagai sektor secara sehat dan baik,” pungkasnya.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.