JAKARTA, LENSABANTEN.CO.ID – Tissa Biani mengungkapkan bahwa peran yang ia terima dalam film Tujuh Hari untuk Keshia penuh dengan tantangan baru.
Dalam film yang disutradarai oleh seorang sineas ternama ini, Tissa berperan sebagai Keshia, seorang remaja yang tumbuh besar bersama ibunya, namun kehidupannya berubah drastis saat ia bertemu dengan ayahnya, Sadewa, yang diperankan oleh Nugie, pada usia 17 tahun.
Pada kesempatan jumpa pers yang diadakan di kawasan Cipete, Jakarta Selatan. Tissa mengungkapkan tantangan yang dihadapi dalam memerankan Keshia.
“Peran Keshia cukup menantang buat aku. Jadi anak yang rebel dan harus bisa main musik gitar,” ujarnya, Jumat, 17 Januari 2025.
Karakter Keshia yang sangat berbeda dari pribadi Tissa membuat proses pendalaman karakternya menjadi tidak mudah. “Yang berbeda paling lebih ke look ya. Sikapnya jadi anak yang rebel, rambut diwarnai cokelat, terus harus bisa main musik. Ini tantangan baru buat aku,” tambahnya.
Selain itu, Tissa juga menghadapi kesulitan dalam menampilkan emosi karakter Keshia yang sering marah-marah, terutama kepada ayahnya yang baru ditemui setelah bertahun-tahun berpisah.
“Yang susah harus marah-marah sih ke ayahnya. Kan udah lama ditinggalin, baru ketemu di usia 17 tahun. Jadi setiap adegan sama om Nugie, itu yang bicaranya harus dengan nada tinggi,” jelasnya.
Tissa meyakini bahwa film Tujuh Hari untuk Keshia sangat layak untuk disaksikan oleh berbagai kalangan. Film ini bukan hanya menyajikan drama keluarga yang mendalam, tetapi juga menyampaikan banyak pesan moral yang bisa diambil oleh penonton. “Film ini drama keluarganya kental banget. Jadi bisa disaksikan semua orang,” pungkas Tissa.
Film Tujuh Hari untuk Keshia dijadwalkan tayang eksklusif di Klik Film pada 24 Januari 2025. Film ini diharapkan bisa menjadi tontonan yang menginspirasi banyak orang, dengan cerita yang penuh emosi dan nilai-nilai keluarga. (san/*) #foto: dok. ig@trinityoptima









