Young Speakers 2026 Jadi Wadah Praktik Public Speaking Mahasiswa Universitas Buddhi Dharma

Young Speakers 2026 Jadi Wadah Praktik Public Speaking Mahasiswa Universitas Buddhi Dharma

TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Buddhi Dharma (Ilkom UBD) menggelar seminar Young Speakers 2026 dengan tema Berani Bicara “Menginspirasi Lewat Kata di Dunia Maya” pada Kamis, 15 Januari 2026, di Aula Gedung D Universitas Buddhi Dharma.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari pemenuhan Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Public Speaking yang diampu oleh Dr. Serius Zebua, S.Pd., M.Pd, CPS., CCLS, bagi mahasiswa semester 3.

Bacaan Lainnya

Ketua Pelaksana Young Speakers 2026, Saddha Adhika Putra, menjelaskan bahwa seminar ini dirancang sebagai wadah praktik langsung public speaking, tidak hanya sebatas memenuhi kewajiban akademik. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dituntut untuk mengimplementasikan teori komunikasi ke dalam bentuk acara nyata.

“Jadi acara ini terselenggara karena memenuhi syarat UAS dari mata kuliah Public Speaking. Di semester 3 ini kami ada mata kuliah tersebut, jadi kami memenuhi syarat UAS-nya dengan cara melaksanakan seminar Young Speaker 2026 ini,” ujar Saddha Adhika.

Ia menuturkan, tema “Menginspirasi Lewat Kata di Dunia Maya” dipilih karena masih maraknya penggunaan media sosial yang kurang bijak di kalangan anak muda. Panitia berharap peserta dapat memahami bahwa dunia digital tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga ruang untuk menyebarkan nilai-nilai positif.

BACA JUGA  : Mahasiswa Ilmu Komunikasi UBD Gelar Gala Premiere Film dan Sinematografi

“Kami ingin peserta memahami bahwa media sosial bukan cuma untuk menghibur diri, tapi juga bisa menjadi media untuk menginspirasi banyak orang,” katanya.

Selama proses persiapan, panitia menghadapi berbagai kendala, mulai dari keterbatasan waktu anggota panitia, kendala teknis, hingga faktor cuaca. Meski demikian, acara tetap berjalan lancar berkat kerja sama dan komitmen seluruh panitia.

“Tantangannya lumayan banyak, mulai dari panitia yang tiba-tiba sibuk, kendala cuaca, sampai urusan perizinan dan anggaran yang sifatnya kolektif,” jelas Saadika.

Antusiasme peserta terlihat cukup tinggi dengan kehadiran lebih dari 80 orang, meskipun cuaca sempat kurang mendukung. Panitia dan pengisi acara dinilai mampu menjalankan perannya dengan baik selama kegiatan berlangsung.

“Pesertanya antusias banget, panitia juga sudah maksimal. MC, moderator, dan narasumber menjalankan tugasnya dengan sangat baik,” ungkapnya.

BACA JUGA  : Mahasiswa Ilmu Komunikasi UBD Luncurkan 20 Buku dan Pamerkan 40 Foto “Street Photography”

Sementara itu, Kaprodi Ilmu Komunikasi Universitas Buddhi Dharma, Tia Nurapriyanti, S.Sos.I., M.I.Kom, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang diinisiasi oleh mahasiswa tersebut. Menurutnya, kemampuan public speaking mahasiswa terlihat berkembang secara signifikan.

“Yang pasti keren. Tadi terlihat sekali bahwa teman-teman sudah benar-benar terampil, baik sebagai penyelenggara, MC, maupun moderator. Perkembangan public speaking-nya sangat bagus,” ujar Tia Nurapriyanti.

Ia menegaskan bahwa keterampilan komunikasi dan public speaking merupakan modal penting bagi mahasiswa, tidak hanya dalam dunia akademik tetapi juga di luar kampus. Menurutnya, kemampuan menyampaikan gagasan menjadi penentu seseorang dapat terlihat dan diakui.

“Orang bisa kalah bukan karena tidak pintar, tapi karena tidak bisa berbicara. Public speaking itu penting sekali dan menjadi modal utama, bukan hanya untuk mahasiswa Ilkom, tapi semua fakultas,” katanya.

Tia juga menekankan peran program studi dalam mendorong pembelajaran berbasis praktik dan produk. Ia menyebut kegiatan seperti seminar Young Speakers sejalan dengan visi prodi dan universitas dalam mencetak lulusan yang siap menghadapi dunia kerja.

BACA JUGA  : Warga Keroncong Belajar Public Speaking bersama Mahasiswa Ilmu Komunikasi UBD 

“Kami selalu mendorong dosen agar pembelajaran tidak hanya teori, tapi menghasilkan produk. Public speaking ini adalah bentuk nyata produk dari Ilmu Komunikasi,” jelasnya.

Di era media sosial, ia mengingatkan mahasiswa agar bijak dan bertanggung jawab dalam menyampaikan pendapat, baik di dunia nyata maupun digital. Menurutnya, mahasiswa harus mampu menjaga kredibilitas sebagai agen perubahan.

“Kalau dulu mulutmu adalah harimaumu, sekarang jarimu adalah harimaumu. Mahasiswa harus bijak bermedia sosial dan membawa branding positif sebagai agent of change,” tegasnya.

Terkait dukungan kampus, Tia memastikan bahwa Universitas Buddhi Dharma membuka ruang seluas-luasnya bagi kreativitas mahasiswa. Ia menyebut kampus berkomitmen mempermudah fasilitas dan perizinan kegiatan kemahasiswaan.

“Buddhi Dharma adalah kampus yang sangat memudahkan mahasiswa untuk berkreasi. Selama kegiatannya positif dan edukatif, pasti kita dukung,” tutupnya.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.