234.000 Jiwa di Indonesia Meninggal karena Kanker

Ilustrasi. Tingginya angka kematian kanker di Indonesia. Foto oleh Anna Tarazevich

JAKARTA, LENSABANTEN.CO.ID – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, kanker merupakan pembunuh ketiga sedangkan kanker serviks adalah pembunuh terbanyak wanita di Indonesia. Angka kematian kanker di Indonesia

“Sekitar 234.000 masyarakat Indonesia yang meninggal karena kanker, dan kanker serviks adalah pembunuh kedua wanita di Indonesia,” kata Menkes Budi. Angka kematian kanker di Indonesia

Bacaan Lainnya

Menkes Budi menyatakan, kanker serviks disebabkan oleh virus dan itu dapat dieliminasi. Sebab, 80% hingga 90% kanker serviks dapat dieliminasi apabila terdeteksi secara dini. Angka kematian kanker di Indonesia

“Untuk kanker, kalau stadiumnya masih dini, sekitar 80% hingga 90% bisa sembuh kembali. Tapi, kalau stadium lanjut, 80%-90% itu fatal dan mengakibatkan kematian,” kata Menkes Budi dilansir dari laman resmi Kemkes, Senin 18 Desember 2023. Angka kematian kanker di Indonesia

Maka dari itu, program pertama, yakni melakukan imunisasi HPV untuk anak usia kelas 5 dan 6 SD dan remaja. Setelah program imunisasi dilakukan, program kedua yang akan dilakukan adalah membuat vaksin HPV. Vaksin HPV di Indonesia masih sangat kurang dibandingkan dengan populasi penerima vaksin.

“Vaksin HPV Itu harganya mahal karena ketersediaan vaksin tidak sebanding dengan populasi yang ada. Sekarang sudah ada namanya (vaksin HPV) Nusagard. Kita harap ke depannya lebih banyak lagi yang bisa kita produksi di Bio Farma. Karena vaksinnya di level dunia juga kurang,” kata Menkes Budi.

Teknologi deteksi dini saat ini juga telah berkembang dengan adanya pemeriksaan HPV DNA yang menggunakan teknologi Polymerase chain reaction (PCR).

Karena itu, Menkes Budi menyampaikan rencana selanjutnya adalah menyediakan fasilitas untuk melakukan pemeriksaan HPV DNA berbasis PCR.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Maxi Rein Rondonuwu menyampaikan, WHO telah mencanangkan strategi global untuk eliminasi kanker leher rahim pada tahun 2018 sampai tahun 2030. Strategi ini meliputi tiga intervensi,

“Intervensi yang dilakukan yaitu imunisasi, skrining menggunakan tes performa tinggi, serta pengobatan sesuai standar,” kata Dirjen Maxi.

WHO menargetkan 90% wanita harus diimunisasi. Sebelum 2030, imunisasi HPV juga dilakukan untuk remaja pria. “Indonesia menargetkan hal yang sama,” lanjut Dirjen Maxi.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.