TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID- Pemprov Banten dan Pemkot Tangerang menjalin kerja sama strategis untuk mempersiapkan lulusan SMK menembus pasar kerja global.
Pelatihan bahasa asing akan menjadi modal utama bagi para siswa agar siap berkarier di luar negeri. Langkah ini menjadi salah satu solusi menekan angka pengangguran terbuka.
“Inovasi dari Kadisnaker Kota Tangerang, memberikan pelatihan bahasa asing dan lulusan nanti juga ditempatkan di ke luar negeri. Semoga setiap upaya yang kita lakukan memberikan manfaat kepada masyarakat,” kata Gubernur Andra Soni.
Wali Kota Tangerang menyatakan program tersebut sejalan dengan visi “Gampang Kerja”. Menurutnya, penyaluran tenaga kerja ke luar negeri setelah pelatihan bahasa akan membuka kesempatan ekonomi lebih besar bagi lulusan vokasi. Pemerintah pun menargetkan berlanjutnya penurunan tingkat pengangguran.
“Mudah-mudahan ini sebuah langkah dalam rangka dukungan terhadap program Gampang Kerja untuk mengurangi pengangguran di Kota Tangerang. Ya, setelah dilatih bahasa, nanti akan dikaryakan, ditempatkan ke luar negeri,” jelas Sachrudin.
BACA JUGA: Remunerasi Tertinggi Kedua di RI, Andra Soni Pastikan Guru Banten Tak Lagi Honorer
Kadisnaker Kota Tangerang, Ujang Hendra, mengungkapkan kerja sama ini melibatkan 63 Bursa Kerja Khusus (BKK) dari target 120 BKK. Para lulusan akan ditempatkan sebagai pekerja formal, bukan pekerja rumah tangga. Pelatihan diarahkan pada bidang yang dibutuhkan industri internasional.
“Penandatanganan kerja sama 63 BKK ditempatkan ke luar negeri melalui pelatihan bahasa. Bukan TKW, tapi pekerja formal seperti caregiver, waiter, housekeeping dan industri,” ujar Ujang.
Program ini merupakan yang pertama di Indonesia dan diharapkan menjadi model nasional dalam pengembangan tenaga kerja siap pakai.
Pemerintah memastikan pengawasan ketat agar peserta mendapatkan jaminan kerja dan perlindungan di negara tujuan. Ke depan pasar kerja akan diperluas hingga ke wilayah Eropa Timur dan Timur Tengah sesuai kebutuhan.
Kota Tangerang telah mencatat penurunan angka pengangguran dari 5,92 persen menjadi 5,88 persen dan ditargetkan terus turun.
BACA JUGA : Transformasi Digital Imigrasi: Soekarno-Hatta Siap Implementasikan Sistem Kerja TPI Terbaru
Pemerintah daerah yakin lulusan SMK memiliki kemampuan yang bisa bersaing secara internasional dengan dukungan pelatihan berjenjang. Program ini diharapkan membuka harapan baru bagi anak muda untuk meraih masa depan lebih layak.










