Aplikasi e-PPGBM, Solusi Modern untuk Pemantauan Status Gizi Balita

Drg. Sari Nur Arofah, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang
Drg. Sari Nur Arofah, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang.

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Aplikasi elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) yang dikembangkan oleh Kementerian Kesehatan sejak 2018, telah menjadi alat penting dalam mendeteksi dan memantau status gizi balita di Indonesia.

Awalnya, aplikasi ini dikembangkan untuk memantau data vitamin A pada balita. Namun, seiring waktu, fungsinya berkembang menjadi lebih luas dan komprehensif.

Bacaan Lainnya

Drg. Sari Nur Arofah, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang, menjelaskan bahwa E-PPGBM kini menjadi bagian integral dari situs SIGIZI Terpadu. Di dalamnya, terdapat berbagai menu tambahan yang mendukung pemantauan kesehatan, seperti timbangan berat badan, pemantauan perkembangan balita, dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil. Semua pencatatan ini sekarang terintegrasi dalam aplikasi E-PPGBM, termasuk pengukuran balita di posyandu.

“Melalui aplikasi e-PPGBM diberikan gambaran status gizi balita secara rinci. Misalnya, jika kita menginput data berat badan sepuluh balita, status gizinya akan langsung terlihat. Ini sangat membantu untuk mengetahui kondisi gizi setiap balita,” ungkap drg. Sari saat ditemui di kantor Dinkes kota Tangerang, Jumat, 31 Mei 2024.

Aplikasi ini dioperasikan oleh tenaga pelaksana gizi (TPG) di setiap puskesmas. Setiap puskesmas di Kota Tangerang pun kini sudah memiliki tenaga nutrisionis yang kompeten, sehingga memastikan bahwa data yang diinput akurat dan dapat diandalkan. “Mereka adalah SDM yang wajib ada di setiap puskesmas,” tambah drg. Sari.

Selain itu, aplikasi e-PPGBM kini sudah dilengkapi dengan fitur yang memungkinkan pelacakan status gizi secara detail, mencakup data by name by address. Hal ini memudahkan identifikasi dan penanganan kasus gizi buruk atau stunting secara cepat dan tepat.

“Pada tahun 2023, arahan dari Pak Wali Kota saat itu adalah untuk mempercepat upaya penurunan prevalensi stunting. Dengan e-PPGBM, jika ada bayi yang menunjukkan tanda-tanda masalah gizi, aplikasi akan memberikan notifikasi sehingga penanganan bisa segera dilakukan,” jelas drg. Sari.

Dengan perkembangan dan pemanfaatan aplikasi E-PPGBM, Dinas Kesehatan Kota Tangerang berharap dapat terus meningkatkan kualitas pemantauan gizi balita, sehingga setiap anak mendapatkan penanganan yang tepat dan terhindar dari masalah gizi yang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan mereka.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.