SERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Sektor pedidikan di provinsi Banten masih perlu terus ditingkatkan, beberapa wilayah disebut masih belum terlayani optimal. Maka itu, siapa pun nanti yang bakal terpilih menjadi Gubernur harus memiliki perhatian besar pada pendidikan di Banten.
Salah satu bakal calon Gubernur Banten Arief Wismansyah mengungkapkan gagasannya perihal program SMA/SMK gratis di Banten.
Keberhasilannya membuat sekolah swasta dan negeri di Kota Tangerang gratis menjadi modal kuat program itu bisa diterapkan maksimal nanti di Banten.
Lebih jauh bahkan, ada usulan dari tokoh agar madrasah aliyah (MA) swasta pun diberi perhatian yang sama.
Terkait hal ini, Arief Wismansyah menyatakan kesiapannya. “Kita siapkan,”ungkapnya. Arief menyatakan, pendidikan adalah kunci meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Provinsi Banten.
Terkait hal ini, pengamat pendidikan di Banten Megi Primaga mengatakan, program pendidikan gratis tentu memberikan peluang masyarakatnya bisa menyekolah anak-anaknya tanpa perlu khawatir masalah biaya.
“Kita berharap angka putus sekolah di Provinsi Banten bisa menurun, dalam artian semakin banyak anak-anak di Banten yang mampu menyelesaikan pendidikan 12 tahun wajib belajar,” ungkapnya.
Selama ini ucapnya sekolah swasta menggantungkan biaya operasional sekolah dari iuran biaya pendidikan yang dibayarkan muridnya. “Tapi harus diperhatikan juga antara sekolah swasta popular dengan sekolah swasta yang jumlah muridnya sedikit, sebab akan berdampak pada biaya operasional sekolah,” ungkapnya.
Diketahui, jumlah MA swasta di Provinsi Banten adalah sebanyak 449, yakni di Pandeglang sebanyak 89, Lebak 107, Kab Tangerang 72 dan Kab Serang 88. Sementara di Kota Tangerang terdiri dari 27 MA swasta, Cilegon 19 MA swasta, Kota Serang 29 dan Tangsel 18 MA swasta.










