KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Di tengah kondisi tubuh yang masih lemah usai menjalani operasi batu ginjal, Lenih Widya (41) atau akrab disapa Leni, tak kuasa menahan rasa syukur. Ibu rumah tangga asal Tangerang itu sempat diliputi kecemasan ketika harus menjalani serangkaian pemeriksaan hingga tindakan operasi.
Namun, semua kekhawatiran sirna berkat adanya Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang menanggung seluruh biaya pengobatannya.
Saat ditemui pada Selasa 1 September 2025, Leni menceritakan rasa leganya karena telah aktif sebagai peserta JKN.
“Saya awalnya tidak tahu kalau keluarga kami sudah didaftarkan perusahaan tempat suami bekerja. Baru ketika jatuh sakit saya sadar betapa bermanfaatnya program ini. Bayangkan saja, operasi seperti ini pasti memerlukan biaya besar, tapi karena terdaftar di JKN saya tidak perlu mengeluarkan biaya sepeser pun,” ungkap Leni.
Leni bercerita, dirinya mengalami nyeri perut hebat yang menjalar hingga ke pinggang. Kondisi semakin parah ketika ia merasakan gangguan saat buang air kecil, seperti ada butiran pasir keluar. Rasa sakit itu membuatnya tak bisa beraktivitas normal, hingga akhirnya ia memutuskan berobat ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) terdaftar dan mendapat surat rujukan ke rumah sakit.
“Beberapa hari sebelum dirawat, perut saya sangat nyeri sampai ke pinggang belakang. Setiap buang air kecil seperti ada kerikil keluar, sangat mengganggu. Karena tidak tahan lagi, saya periksa ke klinik tempat biasa berobat. Dari situ dokter memberi rujukan agar diperiksa lebih lanjut oleh spesialis di rumah sakit,” tutur Leni.
Dengan kondisi yang terus melemah, hasil pemeriksaan menunjukkan Leni harus segera menjalani operasi pengangkatan batu ginjal. Meski sempat khawatir soal biaya, ia merasa lega karena seluruh kebutuhan medis ditanggung JKN.
“Awalnya saya ragu, takut ada biaya tambahan. Tapi ternyata dari awal masuk rawat inap, periksa dokter, tes-tes, sampai operasi, semuanya ditanggung JKN. Bahkan pelayanannya sangat baik, petugas ramah, tidak seperti yang sering diberitakan. Saya benar-benar takjub dan mengapresiasi program ini,” jelasnya.
Menutup cerita, Leni menegaskan bahwa JKN adalah penopang utama masyarakat kecil untuk bisa mengakses layanan kesehatan berkualitas. Program ini menurutnya memberikan rasa aman, adil, dan menjadi harapan banyak keluarga di Indonesia.
“Saya sangat berterima kasih pada pemerintah dan BPJS Kesehatan. Kalau tidak ada program ini, mungkin saya harus menahan sakit lebih lama atau bahkan tidak bisa operasi karena takut biaya. Saya yakin bukan hanya saya, tapi masyarakat Indonesia juga sangat membutuhkan JKN. Semoga cakupan kepesertaannya semakin luas dan layanan yang diberikan terus ditingkatkan,” pungkasnya.









