Berkat JKN, Semangat Erwin Kembali Bangkit

Berkat JKN, Semangat Erwin Kembali Bangkit
Berkat JKN, Semangat Erwin Kembali Bangkit

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus melayani masyarakat Indonesia. Tidak hanya pembiayaan penyakit yang umum, namun program ini juga menjamin penyakit-penyakit yang membutuhkan biaya yang tinggi.

Erwin (28) salah satu peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) menjadi salah seorang dari sekian banyaknya peserta yang merasakan manfaatnya. Erwin didiagnosis menderita penyakit langka akibat kurangnya suatu protein yang membuat darah sulit membeku dengan baik. Penyakitnya ini disebut Hemofilia.

Bacaan Lainnya

“Tahu terkena penyakit hemofilia sudah dari bayi, mungkin sekitar umur 3 bulanan. Kata ibu saya, dulu setiap kali dimandikan selalu muncul warna kebiruan di badan saya. Sebelumnya memang sudah ada keluarga yang menderita hemofilia, penyakit ini kan biasanya penyakit keturunan. Di keluarga besar kami ada sembilan orang yang kena hemofilia, bahkan ada 2 orang yang sudah meninggal dunia. Berkaca pada pengalaman saudara yang lain, saya langsung dibawa untuk pemeriksaan. Ternyata benar, saya positif hemofilia,” ungkap Erwin, pada Jumat, 26 Juli 2024.

Biaya pengobatan hemofilia yang cukup besar, membuat Erwin dan keluarga mengurungkan niatnuntuk mengobati penyakit yang dideritanya. Sebelum adanya Program JKN, Erwin hanya mengandalkan pengobatan tradisional dari tanaman disekitar rumahnya.

Kini, kehadiran BPJS Kesehatan menjadi jawaban dari segala keresahan dan kekhawatiran Erwin untuk mendapatkan pengobatan yang intensif. Menurutnya, dengan adanya program JKN ia bisa berobat dengan tenang tanpa memikirkan biaya pengobatan yang melambung tinggi.

“Sejak saat itu cuman bisa hati-hati, lagi-lagi karena keterbatasan ekonomi. Jadi biasanya kalau sakit pengobatannya herbal aja di rumah bikin sendiri. Padahal kami sadar seharusnya ditangani oleh dokter yang lebih paham. Alhamdulillah sekarang sudah dibantu sama BPJS Kesehatan, akhirnya saya sudah bisa berobat di rumah sakit dengan dokter yang baik dan berkualitas. Sekarang sudah gak mikir dua kali kalau mau ke rumah sakit, sudah bisa langsung berobat aja tanpa memikirkan biaya,” ucap Erwin.

Tak hanya bersyukur dengan kehadiran program JKN, Erwin juga mengacungi jempol kepiawaian pelayanan yang dihadirkan oleh BPJS Kesehatan. Menurut Erwin, pelayanan yang diberikan kepada masyarakat sudah sangat baik.

Kemudahan akses dan penyampaian informasi kepada masyarakat pun sangat diapresiasi olehnya. Diskriminasi yang sering didengarnya, tak pernah dirasakan oleh Erwin dan keluarga selama berobat menggunakan program JKN. Erwin benar-benar merasakan pelayanan yang mudah, cepat dan setara.

“Sampai sekarang kalau berobat memang sangat mudah, gak perlu ribet bawa-bawa berkas. Saya sekarang cuman pakai Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan bawa surat kontrol sudah bisa berobat. Gak cuman itu, mulai dari petugas sampai dokter juga ramah-ramah dan gak pernah ngerasa dibeda-bedain sama pasien lain. Saya senang setiap kali datang untuk berobat. Alhamdulillah gak pernah ada kendala, lancar, dan dijelaskan dengan baik oleh petugas,” terang Erwin.

Dirinya merasa beruntung masih diberikan nikmat kesehatan meskipun itu harus didapatnya dengan rajin dan telaten melakukan pengobatan. Ia juga yakin di luar sana masih ada orang-orang yang kondisinya jauh lebih buruk dari dirinya dan membuat ia harus mensyukuri kondisinya saat ini.

Dalam kesempatan itu, Erwin juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang ikut serta berperan dalam Program JKN ini untuk masyarakat menjadi lebih sehat.

Ia pun menitipkan harapan pada Program JKN agar terus hadir untuk melayani dan selalu berkembang dengan inovasi-inovasi yang memudahkan masyarakat dalam mendapatkan jaminan kesehatan.

“Program JKN selalu mendampingi saya dalam melawan sakit yang selama ini bersama saya, saya harusnya bersyukur dan tidak malas-malasan untuk berobat. Karena seluruh biaya pengobatan sudah dijamin oleh Program JKN. Saya hanya ingin seperti teman-teman seusia saya, bisa bekerja, bisa punya uang sendiri dan tidak menyusahkan orang tua. Jadi saya harus tetap bersemangat menikmati hidup sebagai penyandang hemofilia, agar saya bisa tetap membanggakan orang tua. Terima kasih Pogram JKN yang telah membuat saya bersemangat dan bertahan memperjuangkan kesehatan saya,” tutupnya

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.