PANDEGLANG, LENSABANTEN.CO.ID – Dari 5.500 sekolah di Kabupaten Pandeglang, mulai dari tingkat SD, SMP, MTS, SMA, SMK, dan MA, termasuk PKBM, terdapat belasan ribu pelajar yang menghadapi masalah Anak Putus Sekolah (ATS) dan Lulus Tidak Melanjutkan (LTM). Pelajar putus sekolah di Kabupaten Pandeglang.
Berdasarkan data per 8 Januari 2024, jumlah pelajar yang tersebar di 35 kecamatan mencapai 11.340 anak putus sekolah di Kabupaten Pandeglang. Pelajar putus sekolah di Kabupaten Pandeglang.
Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Pandeglang, Hasan Bisri, menyatakan bahwa beberapa faktor menyebabkan pelajar SD dan SMP mengalami putus sekolah. Salah satu penyebab utama adalah kondisi ekonomi yang tidak lagi mendukung. Selain itu, perubahan alamat karena perceraian orangtua juga menjadi faktor penyebab lainnya. Pelajar putus sekolah di Kabupaten Pandeglang.
Hasan menekankan bahwa langkah-langkah preventif telah diambil untuk mengurangi angka putus sekolah, termasuk kunjungan guru ke rumah murid yang sedang sakit selama 2 hari.
“Dulu, angka putus sekolah sangat signifikan, namun sekarang kami berupaya meminimalisirnya dengan berbagai strategi, termasuk program kunjungan guru dan keberadaan Bantuan Operasional Sekolah (BOSP) untuk SD dan SMP,” ungkap Hasan, Rabu 10 Januari 2024.
Hasan juga menyoroti adanya sekolah PKBM sebagai alternatif bagi pelajar yang rumahnya jauh dari sekolah. Selain itu, kesadaran masyarakat untuk menyekolahkan anak-anaknya dikatakan meningkat.
Kepala Bidang Pembinaan SD pada Dindikpora Pandeglang, Yayat Mulyatna, menambahkan bahwa pendekatan yang lebih personal dengan pelajar dan orangtua menjadi fokus dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Guru di Kabupaten Pandeglang terlibat aktif dalam memantau kondisi pelajar, termasuk mengecek ketidakhadiran selama dua hari dan mencari tahu apakah ada masalah kesehatan atau keluarga yang mendasarinya.
Yayat berharap bahwa tahun 2024 membawa peningkatan lebih lanjut dalam sektor pendidikan di Kabupaten Pandeglang, dengan dukungan yang lebih tinggi dari masyarakat untuk mendukung keberhasilan pendidikan anak-anak.
BACA JUGA :










