DUBAI, LENSABANTEN.CO.ID — Export Barbados (BIDC) dan EarlyHealth Group (EHG) yang berbasis di Dubai resmi menandatangani Letter of Intent untuk membangun EarlyHealth City Barbados, kawasan farmasi dan ilmu hayati berkelas dunia senilai US$200 juta di Newton, Christ Church.
Proyek ini ditargetkan menjadi magnet bagi perusahaan farmasi global, memperkuat industrialisasi melalui manufaktur kontrak, dan meningkatkan kapasitas riset laboratorium serta klinis di Barbados dan kawasan Karibia.
Kompleks seluas 45 ekar itu akan menampung tiga kubah manufaktur berstandar GMP AS dan Uni Eropa, dengan total area 250.000 kaki persegi. Fasilitas ini dirancang untuk memproduksi sediaan padat, semi-padat, cair, hingga produk biologis, lengkap dengan teknologi pembiakan sel serta bioproses hulu dan hilir menuju skala komersial.
EHG, yang beroperasi di 60 negara, telah menandatangani berbagai MoU dengan klien global, seperti Acarpia Farmaceutici Srl, Bioeq AG, Formycon AG, Swedish Orphan Biovitrum (SOBI), serta sejumlah produsen dari Asia, Eropa, dan Amerika Selatan.
Selain tiga kubah manufaktur, EarlyHealth City juga menghadirkan kubah keempat yang akan menjadi pusat keamanan siber (SOC) yang dikelola Cyb3r Limited, mitra EHG asal Dubai.
SOC tersebut bakal diperkuat teknologi keamanan dan analitik data berbasis AI untuk melindungi aset digital dan mendukung operasional kluster ilmu hayati.
Di kubah yang sama, akan dibangun fasilitas latihan kriket seluas 30.000 kaki persegi yang dioperasikan DriveFITT, lengkap dengan teknologi biomekanik dan pemulihan atlet.
Perdana Menteri Barbados, Mia Amor Mottley, menegaskan komitmen pemerintah menyediakan infrastruktur dan dukungan penuh untuk proyek yang disebutnya “transformatif” bagi perekonomian pulau. Menurutnya, EarlyHealth City akan membuka lapangan kerja baru dan mempercepat pengembangan talenta ilmiah serta teknis masyarakat lokal.
CEO EarlyHealth Group, Dr. Dan A. Renout, menyatakan EarlyHealth City bukan hanya pusat produksi, tetapi ekosistem yang mendorong inovasi, memperkuat rantai pasok, dan menghubungkan Karibia dengan industri farmasi global.
Setelah beroperasi, kawasan ini diproyeksikan menjadi rumah bagi lebih dari 1.000 profesional, dilengkapi fasilitas kebugaran, restoran, hingga ruang kolaboratif yang mendukung gaya hidup modern dan berkelanjutan. EarlyHealth City diproyeksikan menjadi pusat ilmu hayati terdepan di Karibia.
Menteri Senior Koordinator Sektor Produktif dan Menteri Luar Negeri Barbados, Kerrie Symmonds, menyebut proyek ini sebagai contoh diplomasi komersial yang sukses.
Ia mengapresiasi peran Kedutaan Besar Barbados di UEA yang membuka jalan hingga terwujudnya rencana kota ilmu hayati tersebut.
Sementara itu, Menteri Inovasi, Industri, Sains, dan Teknologi, Jonathan Reid, menilai Barbados sedang melangkah menuju jajaran negara terdepan dalam inovasi farmasi dan ilmu hayati.
Ia memuji kepemimpinan Ketua Export Barbados Dodridge Miller dan CEO Mark Hill dalam merumuskan konsep dan desain kawasan yang disebutnya sebagai prototipe baru untuk manufaktur farmasi berteknologi tinggi.









