Gandeng Warga Lokal, SPPG Tangerang Perkuat Ekonomi Masyarakat Sekitar

Gandeng Warga Lokal, SPPG Tangerang Perkuat Ekonomi Masyarakat Sekitar

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID— Keberadaan Satuan Pelayanan Pemakanan Bergizi (SPPG) untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), selain fokus pada pemenuhan nutrisi siswa, program ini menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi dengan menyerap tenaga kerja dari warga sekitar yang berada dalam kategori ekonomi rentan.

Salah satu titik yang baru diresmikan adalah SPPG Yayasan Anak Pintar Sehat di Kelurahan Sukasari, Kecamatan Tangerang, Selasa 27 Januari 2026. Di tempat ini, dapur umum tidak hanya menjadi pusat produksi makanan, tetapi juga ruang kolaborasi bagi puluhan ibu rumah tangga setempat.

Bacaan Lainnya

Kepala SPPG Yayasan Anak Pintar Sehat, Muhammad Gazi Al-Ghafary, menjelaskan bahwa pihaknya memprioritaskan warga sekitar sebagai relawan pengolah makanan. Dari total 50 personel, 47 di antaranya merupakan relawan yang mayoritas adalah ibu-ibu dari lingkungan sekitar.

“Kami memprioritaskan masyarakat setempat, terutama yang berada di desil 1 dan desil 2 (masyarakat berpenghasilan rendah). Mereka kami ajak bergabung untuk mengelola produksi makanan ini,” ujar Gazi.

Kepala SPPG Yayasan Anak Pintar Sehat, Muhammad Gazi Al-Ghafary

Transisi dari dapur rumahan menuju produksi skala besar menjadi tantangan tersendiri. Saat ini, SPPG Sukasari melayani sekitar 2.900 hingga 3.000 penerima manfaat, yang mencakup siswa dan tenaga pendidik di SMPN 16 Kota Tangerang serta SDN Sukasari 1 dan 5.

Gazi mengakui, pada masa awal operasional sejak 8 Januari lalu, para ibu sempat “kaget” dengan ritme kerja yang masif. “Kendalanya lebih ke penyesuaian. Biasa masak untuk keluarga, sekarang harus menyiapkan hampir 3.000 porsi. Namun setelah dua minggu berjalan, mereka mulai terbiasa dengan ritme produksi besar,” katanya.

Selain siswa sekolah, SPPG juga mengalokasikan sekitar 100 porsi tambahan untuk kelompok prioritas 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di wilayah tersebut.

Pengawasan Ketat dan Standar BGN

Sekretaris Daerah Kota Tangerang Herman Suwarman, saat meninjau lokasi, menekankan pentingnya kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN). Peninjauan meliputi ketersediaan ruang penyimpanan bahan baku, higienitas tempat memasak, hingga ruang kerja ahli gizi dan administrasi.

“Kami berharap SPPG ini memberikan pelayanan terbaik, baik dari segi kandungan gizi maupun kualitas layanannya. SOP harus dijaga ketat, terutama kebersihan dan keamanan pangan agar tidak terjadi kesalahan (keracunan atau malnutrisi),” tegas Herman.

Herman menambahkan bahwa relawan yang terlibat juga harus melalui seleksi kesehatan yang ketat. Selain memeriksa latar belakang ekonomi, faktor higienitas personal seperti kesehatan fisik dan kebersihan kuku menjadi syarat mutlak bagi siapa pun yang bersentuhan dengan makanan.

Hingga saat ini, Pemerintah Kota Tangerang terus melakukan koordinasi dengan BGN untuk menambah jumlah titik SPPG seiring dengan tahap pelaksanaan program MBG yang masih terus berjalan di berbagai kelurahan.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.