Hindari Hoax dan SARA demi Pemilu yang Sehat di 2024

Agar terciptanya pemilu yang sehat, masyarakat diharapkan mampu memilah Informasi secara cermat agar terhindar dari hoax di ruang digital. Salah satu antisipasi yang dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemenkominfo) adalah dengan memberikan materi mengenai kemampuan Literasi Digital kepada masyarakat umum. FOTO : Ist

PANDEGLANG, LENSABANTEN.CO.ID – Masyarakat di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten, harus waspada terhadap penyebaran hoax dan ujaran kebencian (SARA) menjelang masa pemilu.

Untuk memastikan pemilu yang sehat, dibutuhkan kemampuan memilah informasi secara cermat, khususnya di ruang digital. Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemenkominfo) telah mengambil langkah dengan memberikan materi literasi digital kepada masyarakat.

Bacaan Lainnya

Iman Nur Rosyadi, seorang pakar komunikasi dan informasi, membuka seminar dengan mengupas secara komprehensif mengenai dampak dan pengertian hoax serta SARA. Iman menekankan pentingnya kritisisme dalam menyikapi informasi yang diterima.

Menurut Iman, hoax dan SARA bukan hanya informasi palsu atau ujaran kebencian semata, tetapi juga dapat mengancam keberlanjutan demokrasi dan merugikan masyarakat secara umum. Iman juga menyoroti potensi konflik sebagai salah satu tantangan politik menjelang pemilu.

“Hoax dan sara bukan hanya sekadar informasi palsu atau ujaran kebencian. Mereka dapat merusak keberlanjutan demokrasi dan merugikan masyarakat secara umum,” ungkapnya, Selasa 31 Januari 2024.

Bonardo T Sianturi, seorang penggiat literasi digital, menambahkan perspektif menarik tentang peran literasi digital di Indonesia. Menurutnya, literasi digital tidak hanya soal teknologi, melainkan juga kemampuan dalam memilah, menganalisis, dan menyusun informasi secara bijaksana. Bonardo mengajak peserta untuk menjadi konsumen informasi yang cerdas di era digital sambil memberikan data mengenai hoax dan SARA yang perlu diwaspadai.

“Literasi digital bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga kemampuan kita dalam memilah, menganalisis, dan menyusun informasi secara bijaksana,” ujarnya.

Dari presentasi narasumber, peserta seminar mendapatkan pemahaman lebih mendalam mengenai bahaya hoax dan SARA, dinamika politik menjelang Pemilu 2024, serta pentingnya literasi digital sebagai alat melawan informasi merugikan.

Kegiatan Seminar Literasi Digital dengan tema “Bijak dan Cerdas: Jauhi Judi Online” merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Indonesia Makin Cakap Digital (IMCD) 2024. Acara ini dihadiri oleh 200 peserta secara luring di Kabupaten Pandeglang, Banten, dengan tujuan membangun kesadaran masyarakat terhadap bahaya hoax dan SARA menjelang pemilu 2024.

Informasi lebih lanjut tentang kegiatan dan literasi digital dapat diakses melalui media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Fanpage @literasidigitalkominfo, kanal YouTube Literasi Digital Kominfo, dan website literasidigital.id.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.