Melihat dengan Dekat Puluhan Anak Tuli Belajar Mengaji Al-Quran Isyarat di Masjid Al Azhom

Guru mengaji dari Asosiasi Tuli Muslim Indonesia (ATMI) sedang mengajarkan anak-anak belajar membaca Al-Qur'an isyrat di Masjid Raya Al-Adzhom, Kota Tangerang, Banten, Selasa (30/01/2024). Asosiasi Tuli Muslim Indonesia (ATMI) dengan 2 tenaga pengajarnya Ustad Rahma dan Ustad Afrizal setiap Selasa memberikan pembelajaran kepada 34 anak tuli.FOTO : Ilham Hendra Fauzi/LENSABANTEN

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Belasan anak berusia sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) yang mengalami keterbatasan pendengaran (tuli) mengikuti pembelajaran mengaji Al-quran isyarat di ruang galeri Islam, masjid Al-Azhom Kota Tangerang, Banten, Selasa, 30 Januari 2024.

Ditemani orang tuanya, mereka mulai berkumpul di area masjid pukul 13.00 WIB dan mengikuti proses belajarmengaji Al-quran isyarat hingga selesai.

Bacaan Lainnya

Ustaz Rahma Syahti, Ketua Asosiasi Tuli Muslim Indonesia (ATMI), sejak satu tahun belakangan ini telah mengajarkan metode pembelajaran mengaji Al-quran isyarat.

“Ada 34 anak disini yang diajarkan mengaji Al-quran isyarat . Metode ini baru ada di Kota Tangerang, Pamulang Tangsel dan Jakarta Selatan,”ujarnya dengan menggunakan bahasa isyarat yang diterjemahkan oleh penterjemah saat ditemui di masjid Al Azhom.

Bersama Ustad Afrizal, Ia dengan sabar dan pelan-pelan membimbing dengan cermat dan kesabaran yang tak terbatas.

Guru mengaji dari Asosiasi Tuli Muslim Indonesia (ATMI) sedang mengajarkan anak-anak belajar membaca Al-Qur’an isyrat di Masjid Raya Al-Adzhom, Kota Tangerang, Banten, Selasa (30/01/2024).
Asosiasi Tuli Muslim Indonesia (ATMI) dengan 2 tenaga pengajarnya Ustad Rahma dan Ustad Afrizal setiap Selasa memberikan pembelajaran kepada 34 anak tuli.FOTO : Ilham Hendra Fauzi/LENSABANTEN

Ia menjelaskan, metode pembelajaran mengaji Al-quran isyarat dibuat dirinya bersama Kementerian Agama Republik Indonesia. Meski tergolong baru, namun pelafalan makhroj sudah sesuai dengan tuntunan Al-Quran.

Sementara itu, salah seorang wali murid, Nina, mengaku anaknya antusias mengikut pembelajaran mengaji Al-quran isyarat karena mereka bertemu dengan teman lainnya yang mengalami keterbatasan sama.

“Mereka (anak-anak) cukup antusias mengikuti pembelajaran mengaji Al-quran isyarat dan cukup cepat menangkap ilmu yang diberikan,”ujar ibu dari Raditya ini.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.